Langsung ke konten utama

“SINAU JAVANESSE GAME APLICATION” PENERAPAN PERMAINAN ANAK MENGENAL BAHASA JAWA BERBASIS APLIKASI


“SINAU JAVANESSE GAME APLICATION” PENERAPAN PERMAINAN
 ANAK MENGENAL BAHASA JAWA  BERBASIS APLIKASI

Idqa Nanda Ayu
Jurusan Administrasi Pendidikan
Universitas Negeri Malang
idqnnd2803@gmail.com

Abstrak
Aksara jawa merupakan salah satu lambang peradaban bahasa Jawa, belajar aksara Jawa bukan berarti kita kembali ke masa lampau namun merevitalisasi keluhuran untuk masa kini dan masa depan. Terutama untuk generasi muda, agar dapat mempertahankan warisan bangsa. Inovasi belajar aksara Jawa memalui game merupakan inovasi yang cocok untuk mempertahankan dan menarik anak muda belajar Aksara Jawa. Selain mengikuti arus globalisasi, manfaatnya selain untuk sarana edukasi juga sebagai sarana hiburan.
Kata Kunci: Aksara jawa, Aplikasi, Edukasi, Permainan

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Permainan dari dulu selalu digunakan sebagai sarana hiburan saja, namun saat ini permainan sudah mulai juga dikembangkan untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Banyak dari permainan-permainan saat ini sudah memasukkan materi pembelajaran kedalam sistem permainannya. Melalui permainan,belajar menjadi lebih seru dan dapat membuat bahan pembelajaran lebih optimal. Jadi selain anak bisa menikmati keseruannya, anak juga bisa mendapatkan edukasi dari permainan tersebut.
Pada makalah ini dijelaskan pembuatan permainan pendidikan berbahasa jawa dan pembelajaran aksara jawa. Dengan pembuatan tersebut nantinya diharapkan akan tercipta suatu permainan yang akan membantu anak dalam pembelajaran aksara dan bahasa jawa tersebut, sehingga nantinya bahasa dan aksara jawa masih lestari, tidak hanya dikalangan tua namun juga lestari kalangan muda atau anak-anak. Aplikasi ini dibuat berasarkan minimnya pengetahuan anak-anak tentang aksara jawa, jadi dengan adanya aplikasi ini anak-anak tertarik untuk mempelajaridengan cara yang asik.
Dalam pelajaran bahasa Jawa, Hanacaraka (aksara jawa) adalah salah satu materi yang biasa dipergunakan dalam pembelajaran dari SD hingga SMA. Meskipun begitu, untuk beberapa siswa masih sulit untuk menguasai materi tersebut. Karena teknik pengajaran yang digunakan oleh guru kebanyakan masih memakai ceramah atau penjelasan panjang lebar saja, sehingga rata-rata siswa akan merasa lelah dan bosan dalam kegiatan pembelajaran tersebut.
Secara umum, pembelajaran materi Hanacaraka dalam sekolah masih menggunakan metode konvensional. Oleh karena itu pembuatan permainan ini menggunakan media yang menarik dan interaktif agar permainan ini bisa menjadi media bantu bagi pemain atau anak dalam pengenalan serta pembelajaran aksara jawa (Hanacaraka). Pilihan permainan sebagai media pembelajaran ini adalah karena selain dapat bermain pemain juga dapat belajar dalam satu aplikasi.


METODE
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berbentuk tulisan tentang orang atau kata-kata perilakunya yang tampak atau terlihat (Mantja, 2008). Metode pengumpulan data menggunakan metode literasi. Data yang dikumpulkan untuk diseleksi, dikelompokkan, kemudian dilakukan pengkajian dan terakhir membuat kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data menggunakan metode pengumpulan literatur serta  penelitian yang bertujuan memahami sebuah fenomena secara apa adanya yang dideskripsikan dalam bentuk kata dan kalimat.
PEMBAHASAN
A.     Manfaat Game Bahasa Jawa
Bahasa jawa merupakan bahasa yang seyogyanya dipakai anak berbicara dalam sehari-hari di rumah. Selain itu mempelajari bahasa jawa merupakan wujud kecintaan anak didik kepada leluhurnya. Sehingga mengembangkan game berbahasa jawa ini juga dapat digunakan untuk mempertahankan bahasa ini agar dapat bertahan hingga dinikmati cucu cicit kita. Bahasa jawa sendiri memiliki kedudukan dalam bahasa daerah yang berfungsi sebagai alat kebanggaan, identitas daerah, dan sebagai alat penghubung atau komunikasi antar keluarga dan masyarakat daerah.
Sekarang ini, penggunaan bahasa jawa semakin lama semakin surut, kondisi tersebut diperparah dengan penggunaan bahasa gaul dan bahasa asing dikalangan remaja serta pembiasaan penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing yang dilakukan orang tua sekarang sebagai bahasa sehari-harinya. Sehingga banyak pemuda sekarang yang malu menggunakan bahasa jawa, karena mereka beranggapan bahwa bahasa Jawa merupakan bahasa yang Jadul (jaman dulu), kuno, bahasa orang desa, dan bahasa yang tidak gaul. Padahal didalam bahasa Jawa terdapat cerminya norma-norma susila, tatakrama, dan menghargai yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua.
Lunturnya penggunaan bahasa Jawa dikalangan pemuda membuat kualitas budi pekerti dan tatakrama pemuda juga semakin menurun.  Selain itu banyak kebudayaan Jawa yang belum dilestarikan seperti penggunaan Aksara Jawa. Banyak peserta didik yang tidak mengerti cara menulis maupun membaca tulisan dalam bentuk aksara jawa. Aksara jawa sendiri merupakan salah satu kebudayaan asli Indonesia yang patut dilestarikan. Namun seiring berjalannya waktu aksara Jawa semakin ditinggalkan. Aksara Jawa sebenarnya tidak dikatakan menghilang, hanya saja mengalami akulturasi, yaitu menipisnya pemahaman masyarakat akan budaya sendiri.
Sebagian besar siswa di sekolah masih mengalami kesulitan dalam belajar membaca aksara jawa karena semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin berkurang pula materi aksara jawa yang diberikan. Dampak yang terjadi adalah siswa kurang paham dalam membedakan bentuk aksara jawa sehingga mengalami kesulitan dalam membaca aksara jawa. Parahnya lagi minoritas siswa hanya menganggap aksara jawa sebagai tiket aman untuk mendapatkan nilai bahasa jawa yang bagus di bangku sekolah saja tanpa ada rasa motivsi untuk menggunakan dikehidupan sehari-hari.
Di samping itu Bahasa Jawa juga menempati posisi pertama untuk mata pelajaran yang paling sulit. Materi yang paling sulit pada Bahasa Jawa adalah aksara jawa karena buku atau media belajar yang digunakan kurang menarik. Oleh karena itu dibutuhkan metode pembelajaran yang dapat membantu mengatasi kesulitan belajar aksara jawa. Salah satu han yang paling dekat dengan anak-anak adalah bermain, karena pada zaman sekarang  anak-anak cenderung bermain gadge dari pada belajar. Melalui situasi ini dapat diciptaan sebuah media pembelajaran yang dapat dimainkan sekaligus belaja. Dengan menggunakan media pembelajaran berupa game online aksara jawa ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam hal mempelajari Aksara Jawa.
Manfaat game bahasa Jawa sendiri digunakan sebagai alternatif akan minat mempelajari bahasa Jawa di era globalisasi sekarang. Minat bahasa Jawa semakin menurun dan menggunakan pembelajaran yang tradisional yaitu metode cermah dan menjelaskan sedangkanmetode tersebut kurang efektif untuk anak-anak rea globalisasi, jadi upaya pengembangan bahasa Jawa lewat game akan menambah minat anak untuk belajar menggunakan metode yang modern.

B.     Mengembangkan Aplikasi Game Bahasa Jawa
Game sekarang ini menjadi sebuah industri yang berkembang pesat khususnya di bidang mobile. Oleh sebab itu, game juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengembangkan minat dari seseorang terhadap edukasi. Seperti contohnya permainan World Citizen: Geography quiz, Map quiz, dan game sejenis seperti Geogeo, yang menggunakan platform Android dengan tipe permainan menggunakan map. Selain itu ada juga permainan seperti EnjoyLearning World Map Puzzle dengan tipe permainan berupa puzzle game di mana puzzle berbentuk seperti bagian dari suatu negara dan diberi label nama dari negara tersebut.
Perkembangan smartphone sangatlah cepat karena kegunaan smartphone di antaranya dapat mengirimkan pesan singkat, sebagai alat untuk berbicara satu dengan yang lain, bermain games dan berbagai fitur lain seperti ponsel pada umumnya seperti mendengarkan musik, internet, dan lain sebagainya. Selain itu, smartphone juga seolah-olah dibuat untuk dapat menggantikan fungsi dari sebuah komputer dalam bentuk yang lebih kecil sehingga memberikan suatu kelebihan dibandingkan dengan komputer yaitu dapat digenggam dan mudah dibawa ke mana saja. Sebagai salah satu contohnya adalah Android yang saat ini sedang berkembang dengan pesat dibandingkan dengan smartphone lainnya. Android merupakan sistem operasi yang bersifat terbuka (open source) sehingga mempermudah pengembang aplikasi yang hendak menciptakan aplikasi untuk Android dan memiliki ketersediaan aplikasi yang berkualitas karena Android bersifat terbuka sehingga para penggembang aplikasi sangat antusias menciptakan aplikasi yang berkualitas dan mempermudah orang lain dalam berbagai hal.
Android adalah suatu sistem operasi yang berbasis Linux di mana sistem operasi ini bersifat open source. Open source disini memiliki arti yaitu setiap orang berhak dan dapat melakukan modifikasi atau perubahan sesuai dengan keinginan masing-masing. Selain itu SDK (Software Development Kit) dari Android bersifat gratis dan bisa diunduh oleh siapa saja dan memudahkan dalam pemasarannya ketika aplikasi sudah selesai dikembangkan (Bharathi, 2010).
1.      Perancangan Game Script
Game yang dirancang merupakan adalah sebuah game dua dimensi yang berlatar belakang kebudayaan wayang dan aksara Jawa Indonesia. Genre permainan mengarah kepada tebak gambar  game yang variatif dengan unsure unsur ragam aksara jawa di setiap permainan. Game ini dapat dimainkan pada device smartphone dengan sistem operasi Android.
Dalam game edukasi ini pemain akan menjadi seorang karakter berkewarganegaraan Indonesia yang bernama Nau. Di dalam permainan, pemain
akan memilih stage-stage yang ada dengan latar belakang gambar wayang sebagi sisipan pengenalan kebudayaan wayang tanpa mengurangi focus pemain pada belajar aksara Jaw. Stag permainan dibagimenjadi 3 tingkatan yang dapat dimasuki oleh pemain. Setiap stage permainan akan terdiri dari tiga permainan yang di mana dua permainan merupakan permainan variatif dan berbeda untuk setiap stage-nya dan terdapat kuis di akhir permainan untuk mengasah kemampuan pemain dalam mengingata apa saja yang sudah dihafal. Terdapat pula bonus game tersembunyi yang baru akan terbuka ketika pemain mendapatkan nilai sempurna untuk stage tertentu.  Selain itu pemain juga akan mendapatkan bintang sesuai dengan nilai yang didapatkan setelah pemain selesai memainkan suatu stage.
2.      Perancangan Game Story
Tampilan awal dari game ini merupakan menu utama dengan 3 kategori pilihan belajar anak. Diisi dengan Pemula, standart dan handal. Latar belakang permainan adalah seorang anak kecil laki yanga akan menuntun dalam permainan Hanacaraka bahasa Jawa. Latar belakang gambar pada game ini adalah tokoh wayang karena selain dapat menghafal aksara jawa, anak juga akan dapat mengenal tokoh pewayangan yang dijadikan background gambar.
            Tahap-tahap yang ada dalam game:
1.      Pemula
Tahap ini berisi pengenalan huruf hanacaraka dengan berbagai cara menulis menggunakan touchscreen smartphone. Selain itu ditahap ini anak juga diajari bagaimana menulis huruf hanacaraka satu persatu. Setelah tahap ini dilanjutkan dengan permainan tebak gambar, dimana gambar yang disajikan ialah huruf hanacaraka. Setelah lolos tahap ini dengan nilai yang telah ditentukan, pemain akan menuju tahap yang selanjutnya.
2.      Standart
Dalam tahap ini, pemain akan menghadapi tebak huruf hanacaraka dengan level yang lebih tinggi daripada tahap pemula dan juga ditahap ini keepatan pergantian huruf sudah mulai cepat. Pemain menebak kata perkata untuk diterjemahkan menjadi bahasa Indonesia, namun narrator masih memandu pada setiap sesi yang pemain kerjakan. Hinga akhirnya pemain dapat mencapai nilai maksimal untuk menuju tahap selanjutnya.
3.      Handal
Dalam tahap ini, pemain sudah tidak dipandu dalam melakukan permainan. Melalui beberapa stage yaitu menyusun huruf  hanacaraka menjadi kalimat. Di tahap ini pula ada beberapa soal untuk pemain memperdalam apa yang sudah ia pelajari dan hafalkan. Apabila sudah mencapai maksimal nilai kelulusan pemain akan mendapat trophy. Dalam tahap handal ini pula tersedia platform untuk belajar membuat kalimat untuk pembelajaran hanacaraka.
           
KESIMPULAN
Aplikasi permainan pengenalan budaya Indonesia ini menambah variasi permainan bergenre tebak dan menghafal pada platform Android dengan tema “Sinau, Javanesse Game” dan memberikan informasi mengenai pentingnya belajar bahasa Aksara Jawa kepada penggunanya. Game ini mengajarkan bahwa aksara Jawa juga bisa menyenangkan, dengan metode yang alternative dengan menggunakan game yang lebih disukai anak dan memunculan minat dan perhatian anak dalam belajar. Selain belajar aksara jawa, game ini juga menampilkan latar belakang wayang yang dapat juga digunakan untuk mengenal beberapa nama tokoh pewayangan yang ada hingga sang anak selain dapat menghafal aksara jawa juga dapat edukasi lain yaitu menenal tokoh pewayangan.
SARAN
Permainan ini akan terus ditingkatkan performa dan kualitasnya, mengingat teknologi yang terus berkembang. Oleh karena itu permainan ini diupayakan terus dikembangkan dan disesuaikan dengan arus globalisasi yanga ada. Perlu peran serta banyak pihak agar aplikasi ini sukses dikembangkan dan pasarkan dikalangan anak muda dan juga anak-anak.

DAFTAR PUSTAKA
Bharathi, J.M., Hemalatha, S., Aishwarya, V., Meenapriya, C., and Grace, L.H.S. (2010).
Advancement in mobile communication using Android. International Journal of Computer Applications, 1(7), 95 – 98.
Salman, A. G., Chandra, N., dan Norman. 2013. Game Edukasi Pengenalan Kebudayaan Indonesia Berbasis Android. Jurnal Binus: Comtech. (Online) http://journal.binus.ac.id/index.php/comtech/article/view/2581, diakses 28 Maret 2018.
Putra, D. W., Nugroho, A. P., dan Puspitarini E. W. 2016. Game Edukasi Berbasis Android Sebagai Media Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini. JIMP: Jurnal Informatika Merdeka Pasuruan.(Online)  http://ejurnal.unmerpas.ac.id/index.php/informatika/article/view/7/12 , diakses 28 Maret 2018.
Ridholloh, A. C. 2013. Game Edukasi Pengenalan Aksara Jawa. http://eprints.umm.ac.id/28010/2/jiptummpp-gdl-abdullohch-35297-1-pendahul-n.pdf , diakses 28 Maret 2018.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

INFORMATIF! PERBEDAAN FANTASI, INTELEGENSIA DAN PERASAAN

Fantasi Yang dimaksud dengan fantasi ialah kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan bayangan baru. Dengan kekuatan fantasi manusia dapat melepaskan diri dari keadaan yang dihadapinya dan menjangkau kedepan, ke keadaan-keadaan yang mendatang. Fantasi sebagai kemampuan jiwa manuia dapat terjadi: 1.       Secara disadari, yaitu apabila individu-individu betul-betul menyadari akan fantasiny. Misalnya seorang pelukis yang sedang menciptakan lukisan dengan kemampuan fantasinya, seorang pemahat yang sedang memahat arca dengan dasar daya fantasinya. 2.       Secara tidak disadari, yaitu apabila individu tidak sadar telah dituntun oleh fantasinya. Keadaan semacam ini banyak dijumpai pada anak-anak. Anak seting mengemukakan hal hal yang bersifat fantastis, sekalipun tidak ada niat atau maksud dari anak untuk berdusta. Misalnya seorang anak memberikan berita yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sekalipun...

REKOMENDASI FILM YANG COCOK DITONTON MAHASISWA SAAT DI KOS PART 1

Pasti bingung apa yang akan dilakukan diakhir pekan, apalagi sebagai mahasiswa yang merantau jauh dari rumah. Mau pulang ke kampung halaman, hemat uang. Mau keluar jalan, uang buat makan minggu depan. Mau pergi ke Mall, nggak punya temen. Yuk, simak kegiatan ini bisa dilakukan tanpa modal. Cukup siapkan WiFi kos yang lancar untuk streaming atau kalian bisa pergi ke Telkom untuk mendownload filmnya. Banyak pelajaran atau moral value yang akan dapat diambil di film ini. Selain itu bisa juga dijadikan ajang untuk olahraga air mata. Ini dia beberapa rekomendasi film yang dapat ditonton disela sela akhir pekan versi aku! 1. Miracle In Cell No. 7 (2013) Super rekomended untuk mengasah kepekaan hati kalian, apalagi yang jauh dari rumah. Selain itu film ini mendapatkan banyak reward dari korea. Ditetapkan dibanyak situs sebagai film tersedih sepanjang masa. Auto menangis, bukan kaleng kaleng lagi pastinya. Menceritakan seorang anak perempuan yang tinggal dengan ayahnya yang me...

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA: STRATEGI REKRUTMEN SUMBER DAYA MANUSIA AGAR LEBIH SELEKTIF DAN EFEKTIF

STRATEGI REKRUTMEN SUMBER DAYA MANUSIA AGAR LEBIH SELEKTIF DAN EFEKTIF STUDI KASUS SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL Idqa Nanda Ayu Okky Irwina Savitri Salsabilla Taftania E-mail: idqnnd2803@gmail.com , okkyirwinasvtr@gmail.com , salsabillataf@gmail.com Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang 65145 Abstract: This research has purpose to describtion the strategy of recruitment human resources, recruitment is the process of obtaining new human resources to fulfill positions within an organization or a particular agency.This research used qualitative approach with research type of case study research and supported by using literacy analysis. The results of this research are: techniques in the recruitment process of human resources, weaknesses and strengths of human resource recruitment techniques, all recruitment processes from the beginning to the process of receiving human resources at Bra...