Langsung ke konten utama

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA: STRATEGI REKRUTMEN SUMBER DAYA MANUSIA AGAR LEBIH SELEKTIF DAN EFEKTIF


STRATEGI REKRUTMEN SUMBER DAYA MANUSIA AGAR LEBIH SELEKTIF DAN EFEKTIF
STUDI KASUS SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL




Idqa Nanda Ayu
Okky Irwina Savitri
Salsabilla Taftania



E-mail: idqnnd2803@gmail.com, okkyirwinasvtr@gmail.com, salsabillataf@gmail.com
Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang 65145



Abstract:This research has purpose to describtion the strategy of recruitment human resources, recruitment is the process of obtaining new human resources to fulfill positions within an organization or a particular agency.This research used qualitative approach with research type of case study research and supported by using literacy analysis. The results of this research are: techniques in the recruitment process of human resources, weaknesses and strengths of human resource recruitment techniques, all recruitment processes from the beginning to the process of receiving human resources at Brawijaya Smart School High School, as well as the announcement model of the recruitment process of human resources have been done.

Keywords:recruitment, technique, human resources, education

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi rekrutmen sumber daya manusia, rekrutmen merupakan proses untuk mendapatkan sumber daya manusia baru untuk memenuhi posisi dalam suatu organisasi atau sebuah instansi tententu.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus serta di dukung menggunakan analisis literasi. Hasil penilitian ini yaitu: teknik dalam proses rekrutmen sumber daya manusia, kelemahan dan kelebihan dari teknik rekrutmen sumber daya manusia, semua proses perekrutmen dari awal seleksi hingga proses penerimaan sumber daya manusia di SMA Brawijaya Smart School, serta model pengumuman dari proses rekrutmen sumber daya manusia yang telah dilakukan.

Kata Kunci: rekrutmen, teknik, SDM, pendidikan




PENDAHULUAN
Rekrutmen merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mencari sumber daya manusia baru menggunakan beberapa teknik dan tahap untuk menyaring seseorang yang akan dipekerjakan dalam suatu organisasi. Proses pencarian pelamar haruslah sesuai dengan apa yang dibutuhkan suatu instansi atau lembaga pendidikan, hal ini disebabkan untuk menjaga agar yang didapat sesuai dengan apa yang diinginkan. Artinya, dalam suatu instansi atau lembaga pendidikan tersebut harus memperoleh calon karyawan yang tepat, dalam baik dari segi kualitas dan segi kuantitasnya.
 Apabila terjadi ketidaksesuaian yang diharapkan oleh instansi atau lembaga pendidikan tersebut dapat kemungkinan nantinya aktivitas kerja akan berjalan kurang efektif dan efisien, maka instansi atau lembaga pendidikan tersebut dinilai  akan mengalami kegagalan. Makada dari itu agar dapat memperoleh sumber daya manusia berkualitas dan sesuai yang diperlukan instansi, maka dibutuhkan teknik rekrutmen yang pas dalam melakukan proses penarikan dengan suatu perencanaan yang matang.
Tujuan dilaksnakannya rekrutmen didalam suatu instansi untuk mencari dan menemukan bibit baru yang mungkin dapat membantu dalam mengembangkan instansi tersebut. Rekrutmen didalam suatu instansi sendiri biasanya dilakukan oleh seorang HRD namun beda halnya didalam suatu sekolah. Rekrutmen di dalam sekolah dilakukan oleh direksi dan diawasi langsung oleh kepala sekolah. Penyebaran pengumuman rekrutmen melalui media elektronik website sekolah selain itu menggunakan publikasi media cetak koran.

METODE PENELITIAN
Dalam artikel ini menggunakan metode penelitian obeservasi wawancara kepada narasumber SMA Brawijaya Smart School menegenai perekrutan sumber daya manusia. Selain itu, narasumber juga memaparkan langkah-langkah yang dapat diulas sebagai pembahasan dalam artikel ini dengan menggunakan analisis literasi. Pedekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Menurut Mantja (2008:33) metodologi penelitian kualitatif merupakan suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berbentuk tulisan tentang orang atau kata-kata perilakunya yang nampak atau kelihatan. Pengertian tersebut dapat disimpulkan, bahwa penelitian kualitatif bermaksud mengungkap melalui pengumpulan data dari latar alami dengan peneliti sebagai instrumen kunci.
Kehadiran peneliti sebagai instrumen utama penelitian dan pengumpul data, sekaligus sebagai observer. Dalam mencari informasi untuk memperoleh data dan informasi yang valid, maka peneliti harus datang ke lapangan untuk mengumpulkan data. Kehadiran peneliti sangat diperlukan di lapangan atau lokasi penelitian untuk memperoleh data yang diharapkan, serta kehadiran peneliti ini tidak akan mengurangi kredibilitas, sehingga data yang diperoleh dapat disusun menjadi sebuah laporan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan mengumpulkan dokumentasi dari website sekolah.Kegiatan observasi untuk memperoleh gambaran dan data secara umum tentang proses rekrutmen yang dilakukan disana. Selain itu untuk memperoleh informasi secara langsung tentang hal-hal yang berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia.
Wawancara merupakan langakah utama dalam mengumpulkan data pada artikel ini. Catatan data lapangan yang diperoleh berupa hasil wawancara yang telah diolah menjadi data tertulis yang dilakukan peneliti dengan salah satu guru bahasa inggris yang telah berpengalaman melakukan proses rekrutmen di SMA Brawijaya Smart School. Prosedur pengumpulan dokumentasi berupa pamflet rekrutmen dan hasil pengumuman rekrutmen dari website sekolah digunakan sebagai bahan acuan untuk memperoleh data yang akan diperoleh dalam wawancara dan observasi. Tahap-tahap dalam penelitian ini yaitu dengan 1) tahap persiapan, 2) tahap pelaksanaan, dan 3) tahap penyusunan laporan.



HASIL
Proses rekrutmen yang dilakukan di SMA Brawijaya Smart School dilakukan dengan mengunggah pamflet di media laman website Brawijaya Smart School. Mereka menggunakan laman terbuka. Laman ini digunakan karena efektif dan efisien bagi setiap pelamar. Selain itu laman sekolah juga dapat diakses semua pihak pelamar pekerjaan. dengan langsung memberikan kriteria pelamar yang dibutuhkan. Tidak memerlukan biaya yang banyak dibanding menginformasikan di media cetak atau elektronik. Dengan langsung memberikan syarat-syarat apa saja dan bidang sesuai yang diinginkan.
Brawijaya Smasrt School sebelum mempublikasi pengumuman akan dibukanya sebuah posisi, mereka terlebih dahulu berunding antar dewan direksi dan kepala sekolah serta wakil kepala sekolah untuk menentukan posisi jabatan apa saja yang diperlukan serta kualifikasi apa saja yang akan di cantumkan dalam perekrutan pegawai baru. Brawijaya Smart School juga akan menentukan apa saja syarat khusus maupun persyaratan umum untuk para pelamar.
Proses perekrutan adalah Decision Theory Method, yakni badan internal sekolah (dalam hal ini adalah Kepala Sekolah sebagai pemegang jabatan tertinggi dan pemegang kendali penuh) yang menetapkan langsung calon mana yang akan di rekrut untuk memenuhi satu posisi yang dibutuhkan dan berapa banyak jumlah pekerja yang dibutuhkan (Suwatno, 2016).


Model Pengumuman Rekrutmen
Model dari pengumuman sendiri ialah berupa pamflet yang di unggah pada laman sekolah dengan mencantumkan sedang mencari guru yang ahli dalam bidang tertentu. Selain itu dalam pamflet disertakan pula tenggang waktu batas pengumpulan lamaran, serta alamat tujuan pengumpulan. Dari Brawijaya Smart School sendiri tidak membatasi berapapun jumlah lamaran yang masuk, asalkan tidak melebihi tenggang waktu pengumpulan yang telah ditentukan.Setelah lamaran yang diterima, direksi Brawijaya Smart Schoolakan langsung menyeleksi lamaran yang masuk.

Proses Seleksi Rekrutmen
Seleksi pertamaadalah kelengkapan dokumen dan kesesuain syarat khusus maupun umum yang ditentukan. Apabila pelamar lolos tahap ini, sekolah akan menghubungi nomor yang disertakan pelamar dalam berkas lamaran untuk menuju tahap tes potensi akademik (TPA) , komputer, wawancara dan Peer Teaching.Peserta tahap seleksi dilakukan di sekolah sendiri, dengan dipantau langsung oleh kepala sekolah, direktur, serta para wakil kepala sekolah.
Seleksi kedua adalah mulai dari tes potensi akademik yang dilaksanakan dengan paper basic test yang hasilnya bisa langsung diketahui hari itu juga, dilanjutkan dengan tes komputer untuk mengasah kemampuan pelamar apakah mahir menggunakan komputer basic (Microsoft Word, Microsoft

Excel, dan penggunaan Power Point).
Kedua tes tersebut dipantau langsung olehdireksi sekolah. Kedua tes ini merupakan tes awal menuju tes selanjutnya, namun akan berpengaruh apabila kedua tes tersebut gagal disalah satu bagian.
Selanjutnya adalah Tes ketiga yaitu tes wawancara dilakukan langsung oleh direktur Brawijaya Smart School dengan didampingi oleh kepala sekolah untuk menanyai langsung apakah motivasi dan visi misi melamar di sekolah ini. Tes ini merupakan tes yang sulit, karena yang dihadapi bukan benda mati seperti tes tes sebelumnya, dan juga bagaimana kesan pertama yang diberikan pelamar kepada pewawancara. Para pelamar akan diketahui attitude aupun keseriusannya dalam menginginkan posisi di sekolah tersebut. Selain itutes ini juga akan berpengaruh terhadap pandangan sekolah mengenai pelamar, dengan melihat gaya berbusana, antusias diri pelamar untuk bergabung di sekolah ini, jawaban-jawaban yang diberikan pelamar kepada pewawancara apakah tepat dan sesuai yang diharapkan penanya. Banyak dari pelamar yang akan gugur di tahap ini, karena kesan pertama yang diberikan kepada penyanya, apalagi penanya berasal langsung dari direktur serta kepala sekolah sebagai penentu kelulusan pelamar.
Tes terakhiradalah peer teaching atau praktek mengajar yang dilakukan oleh calon guru terhadap teman sebayanya. Tes ini merupakan penilaian tes yang besar dalam skala skill pelamar. Pelamar dilatih untuk menyiapkan media, metode dan tema yang akan diajarkan kepada sesama pelamar. Media pembelajaran yang digunakan merupakan penilaian yang juga mennetukan pelamar lulus atau tidak ditahap terakhir ini. Pembelajaran yang dilakukan peamar yang terlalu seadanya akan mencerminkan bagaimana ia akan mengajar ketika sudah diterima, maka dari itu kesiapan materi, metode dan media sangan berperan banyak dalam memnentkan tahap terakhir ini. Penilaian dilakukan langsung oleh keoaka sekolah serta wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan.
Setelah keempat tahap ini selesai, dalam tempo 4 hari sekolah akan merundingkan siapa yang diterima melalui laman unggahan pengumuan rekrutmen. Pengumuman penerimaan ini sama akan pengumuman rekrutmen. Pelamar yang lolos keempat tahap akan di undang ke sekolah untuk melakukan tahap terakhir yaitu pemberkasan akhir dan penyelesaian proses administrasi.

PEMBAHASAN
Rekrutmen dalam suatu instansi atau sekolah biasanya dilakukan dengan berbagai tahap pelaksanaan. Tahap tersebut bisa dimualai dengan melakukan perencanaan rekrutmen. Yang membahas mengenai posisi apa yang dibutuhkan, bagaimana kriteria yang dibutuhkan, siapa yang nanti menjadi sasaran penerima, kapan dimulai melakukan rekrutmen, bagaimana tahap apa saja yang akan dilaksanakan, dan  mengapa melakukan rekrutmen tersebut.
 Posisi yang dicari untuk mengisi posisi yang kosong atau sedang dibutuhkan merupakan hal yang penting. Jangan sampai, saat pelamar sudah diterima namun instansi atau sekolah bingung, menempatkan pelamar. Sehingga pelamar megerjakan berbagai hal yang ada atau bisa disebut tidak memiliki job khusus. Maka dari itu sebelum melakukan pencarian sumber daya manusia baru, perlunya menganalisis kebutuhan suatu instansi atau lembaga pendidikan.
Menurut Sutrisno (2016: 46) proses rekrutmen dimulai dengan pencarian calon dan berakhir sampai lamaran mereka diterima. Tahap berikutnya setelah persiapan untuk melakukan rekrutmen selesai dikerjakan adalah mencari calon sebanyak jumlah yang diperlukan yang akan diseleksi, mencari orang yang dianggap paling memenuhi syarat untuk mengisi lowongan. Beberapa teknik yang digunakan untuk rekrutmen diantaranya:
1.      Mencari Dari Dalam
Mencari dari dalam dapat diartikan yaitu mencari sumber daya manusia baru melalui sumber sumber yang sudah ada. Kelebihan proses rekrutmen internal ini adalah sekolah dapat menilai keahlian dan adanya kenaikan gaji bagi karyawan yang dicalonkan. Sedangkan kelemahannya adalah dapat memicu pertikaian secara internal dalam lingkup karyawan, dan pencapaian tujuan affirmative action biasanya diraih hanya melalui perekrutan eksternal (Ndraha. 2002).
Cara yang dilakukan suatu instansi dalam mencari sumber daya manusia baru dari dalam ialah sebagai berikut:
a)      Meminta bantuan karyawan lama
Cara ini dinilai efektif dalam pencarian karyawan baru dengan teknik yang digunakan ialah dengan meminta bantuan karyawan yang sudah bekerja di instansi atau lembaga pendidikan tersebut. HRD atau human resource manajemen menanyakan langsung pada karyawan atau mengumumkan di grup bahwa dibutuhkan karyawan baru untuk mengisi posisi tertentu. Kelebihan dari pencarian jenis ini ialah mengemat waktu dan biaya. Selain itu, memudahkan penyeleksi karena kurang lebih sudah mendengar bagaimana kinerja yang dimiliki pelamar dari karyawanlama yang merekomendasikan. Hanya saya pelamar apabila sudah diterima tinggal membuktikan kompetensi yang dimilikinya.
Beberapa instansi atau lembaga pendidikan menerangkan bahwa salah satu cara yang paling efektif  ialah dengan cara ini. Bagi karyawan baru yang berhasil diterima kadang kala diberikan reward atas hasil kerja keras dimasa training-nya. Namun demikian cara ini termasuk memeliki kelemahan, ketika meminta bantuan karyawan lama mencarikan karyawan baru maka sistem nepotisme pun akan dilakukan. Misalnya dengan mengajak anggota keluarganya, teman dekatnya maupun teman sealumni untuk bekerja dan hal ini akan membuat asumsi dari kalangan pekerja lainnya. Sistem demikianlah yang membuat nepotisme tidak dapat dihentikan.
b)      Mengumumkan secara terbuka di dalam perusahaan.
Suatu instansi biasanya sebelum mengedarkan ke masyarakat luas mengenai pencarian karyawan, terlebih dulu diumumkan didalam instansi atau lembaga tersebut. sehingga, banyak kemungkinan apabila ada karyawan tetap yang ingin pindah posisi maupun pindah jabatan. Jadi instansi tersebut memberikan kesempatan utama pada karyawan yang telah bekerja didalamnya untuk mencoba. Namun, tetap saja proses perekrutan tetap dijalankan, dengan memalui tahap-tahap yang ditentukan instansi atau lembaga dalam perekrutan. Biasanya juga tetap diadakan tes, maupun seleksi administrasi agar apa yang dibutuhkan instansi tersebut sesuai dengan kompetensi pelamar dari karyawan lama. Apabila tidak terjadi ketidak kesesuaian atau pelamar dari dalam tersebut  tidak memenuhi syarat  maka perekrutan dilanjutkan dengan mengumumkan dipublik.  Jadi tidak ada kecurangan yang dilakukan suatu instansi, semua terlihat transparan untuk mencegah persepsi dari masyarakat maupun karyawan yang ada.

2.      Mencari Dari Luar
Teknik yang digunakan dalam penarian sumber daya baru dari dalam melalui beberapa teknik dan tahap. Dilakukan mulai dari memasang iklan, menggunakan jasa Kantor Dinas Tenaga Kerja dalam penyebaran lowongan, sampai melakukan rekrutmen ke kampus-kampus. Yang paling efektif dan sering digunakan ialah menggunakan iklan lowongan
a)      Pemasangan iklan lowongan
Pemasangan iklan lowongan pekerjan tujuannya ialah untuk mendapat pelamar yang banyak dapat menjangkau semua kalangan. Tujuan di rilisnya sebuah iklan yaitu untuk memberitahu pelamar bahwa instasnsi atau lembaga tersebut memerlukan pegawai baru untuk mengisi jabatan tertentu. Iklan lowongan pekerjaan bersifat mengundang para pelamar bukan hanya sebuah pemberitahuan. Ketika pemasangan iklan, peamar yang menirim lamaran 70 bukanlah dari mereka yang memenuhi persyaratan kualifaikasi. Hanya saja mereka yang mencoba keberuntungan mereka tanpa menghiraukan adanya kriteria yang tertera dalam iklan lowongan tersebut. dengan demikian iklan lowongan haruslah disusun dengan begitu menarik dan jelas. Agar para membaca dapat memahami dan tertarik untuk mengajukan lamaran.
b)      Menyusun iklan lowongan
Kita telah sering melihat da membaca iklan lowongan kerja, baik karena berkepentingan dengannya atau hanya sekadar iseng. Sebagian dari iklan tersebut terlihat direncanakan dan ditulis dengan baik untuk dapat menarik para pembacanya sehingga mereka memberikan respon, dalam arti mengajukan atau menarik minat mereka untuk mengirim lamaran. Beberapa orang mungkin akan bertanya tanya mengapa iklan  yang seharusnya ditujukan untuk para professional namun ditulis seperti ditujukan untuk pekerja professional atau amatiran. Apabila kita akan mencari calon pelamar melalui pemasangan iklan di media manapun, ada baiknya iklan tersebut dirancang dengan baik, jelas dan tidak membingungkan pembaca dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:
1)      Menetapkan dulu target audiensinya.
Perencanaan dalam menetapkan target audensi haruslah dipikirkan secra matang, siapa sasaran target pembaca iklan. Bagaimana persyaratan yang dibutuhkan, untuk kriteria yang dibutuhkan pelamar haruslah disesuiakan dengan posisi yang dibutuhkan. Pada bulan Januari 2019 Brawijaya Smart School membuka rekrutmen guru bimbingan konseling, matematika dan pendidikan jasmani dan olahraga. Kriteria yang dibutuhkan masing masing guru berbeda-beda terutama guru bimbingan koseling, diperlukan sertifikat TOEFL 2 tahun terakhir untuk kelengkapan dokumennya.
2)      Rancangan isi iklan.
Iklan dibuat untuk memberikan undangan atau pengumuman bahwa telah dibuka suatu pekerjaan yang membutuhkan tambahan pekerja atau kayrawan dalam suatu instansi atau lembaga pendidikan.
Iklan Iowongan kerja berisi sebgai berikut:
Judul utama. Yang tertera dalam logo utama ialah nama intansi atau logo yang menggambarkan lembaga tersebut. bisa juga dengan menambahkan kalimat yang menarik untuk langsung menarik para pelamar berita.
Gambar. Ilustrasi akan lebih memikat para pembaca karena mata kita kan langsung menuju atau melihat sesuatu yang menarik perhatian. Iklan dengan menggukan banyak gambar ini belum umum di Indonesia, padahal iklan jenis ini akan lebih banyak menarik perhatian ketimbang iklan yang berisi banyak tulisan. Karena para pembaca akan merasa ingin ahu dan membaca sesuatu hal yang mencolok dan menarik perhatan.
Uraian jabatan. Pentingnya menjelaskan job describtion dalam iklan lowongan secara singkat dalam satu atau dua kalimat dengan menjelaskan tugas,tanggung jawab, dan tempat jabatan ini dalam organisasi.
Persyaratan jabatan. Persyaratan jabatan yang harus dipenuhi orang yang ngajukan lamaran tersebut.
Cara mengajukan lamaran. Pengajuan lamaran harus lah disertakan dalam suatu iklan lamaran pekerjaan agar memudahkan pelamar dalam proses pengiriman berkas. Apakah lamaran akan dikirim dialamat, menggunakan email, menggunaan fax ataupun dikirim meakui kantor pos.
Alamat. Penyertaan alamat instansi atau lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk mengirim berkas lamaran ataupun agar terlihat lebih meyakinkan dan bukan lamaran yang disalahgunakan.
Lain-lain. Perlunya dicantumkan batas pengiriman lamaran agar pelamar tidak membeludak dan perlunya lembaga menyertakan kode lamaran setiap posisi yang dibuka agar memudahkan dalam tahap penyeleksian berkas
3)      Ukuran iklan.
Tergantung pada tujuan, sasaran, dan anggaran yang tersedia. Di beberapa negara maju sekarang, iklan lowongan kerja sudah mulai dimanfaatkan oleh perusahaan untuk menanamkan atau memperkuat citra perusahaan di mata masyaralat. Oleh karena itu, iklan lowongan kerja sering kali digabungkan dengan iklan hubungan masyarakat dan anggaran yang diperlukan bisa diambil atau digabungkan dengan iklan lowongan masyarakat.
4)      Pilihan media.
Pemilihan media dapat sangat ditentukan oleh pembaca yang merupakan target dari iklan ini. Oleh karena itu, jangan sampai iklan untuk eksekutif dimuat di koran yang dibaca oleh kalangan bawah atau iklan untuk lulusan SLTA dimuat dimedia khusus para eksekutif. Pilihan media sekarang tersedia lebih banyak. Selain itu, di media cetak konvensional seperti surat kabar dan majalah, kita juga bisa memuatnya di media elektronik pada acara-acara khusus atau di website khusus di Internet.
5)      Iklan terbuka atau tersamar.
Sewaktu memasang iklan lowongan pekerjaan, kita sering kali harus mempertimbangkan apakah perlu mencantumkan nama perusahaan secara terang-terangan atau terbuka, atau justru menyembunyikan nama perusahaan. Sering kali perusahaan yang terkenal dan besar pun tiak mau membuka identitas mereka sewaktu memasang iklan lowongan pekerjaan. Mereka hanya membuka identitas mereka, misalnya bila mencari calon tenaga-tenaga sarjana yang baru lulus untuk dijadikan management trainee. Hal ini mereka lakukan untuk mempublikasikan dan menaikkan citra perusahaan itu. Bila merekrut tenaga senior atau tenaga professional, mereka melakukan hal sebaliknya.

c)      Rekrutmen langsung di kampus.
Rekrutmen langsung dikampus dirasa akan lebih efektif, karena akan menarik banyak mahasiswa yang membutuhkan pekerjaan setelah lulus. Dan biasanya seleksi langsung diadakan setelah mahasiswa melengkapi dokumen yang disyaratkan.
Banyak perusahaan milik negara yang melakukan hal ini karena dirasa lebih efektif dan marik banyak pelamar untuk dilatih dalam program Management Trainee atau Personal Trainee. Pada awal 1980-an perusahaan melakukan peralananuntuk merekrut ke kampus-kampus yang mempunyai reputasi bagus di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
Yang di kampus dalam konteks ini hendaknya tidak dibatasi pada kampus perguruan tinggi seperti universitas atau institus teknologi. Perusahaan juga harus mempertimbangkan pendidikan-pendidikan kejuruan khusus yang berorientasi praktik. Contohnya, institut dan sekolah-sekolah kejuruan. Pada saat ini, beberapa sekolah politeknik terutama di Indonesia juga telah memberikan kesempatan pada perusahaan untuk melaksanakan ”kampanye” di kampus mereka jauh-jauh hari sebelum wisuda.
d)     Rekrutmen melalui organisasi profesi.
Rekrutmen yang diadakan melalui organisasi profesi apabila saat itu instansi atau lembaga pendidikan mencari tenaga yang professional dan berkompeten. Serta yang memiliki jam terbang yang sudah tinggi, sehingga para sumber daya manusa baru dapat langsung bekerja tanpa memerlukan workshop atau pelatihan sejenisnya. Biasanya rekrutmen melalui organsisasi diambil dari organisasi yang sejalur dengan kebutuhan instansi atau lembaga. Misalnya tenaga pendidik mengambilnya dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) atau Persatuan Guru Republik Indonesi (PGRI).
KESIMPULAN
Teknik rekrutmen yang diterapkan di SMA Brawijaya Smart School adalah teknik rekrutmen yang didesentralisasikan, yang mana teknik ini diterapkan karena kebutuhan-kebutuhan rekrutmen yang terbatas dan ada pihak-pihak internal sekolah yang mengendalikan langsung proses perekrutan tenaga kerja baru. SMA Brawijaya Smart School menjalankan proses rekrutment dengan Decision Theory Merthod, yaitu badan internal sekolah yang memegang jabatan tertinggi serta memegang kendali penuh dalam proses rekrutmen, yakni Kepala SMA Brawijaya Smart School. Kepala SMA Brawijaya Smart School dibantu oleh segenap tenaga pendidikan lainnya pula yang menetapkan calon sumber daya manusia yang akan di rekrut untuk memenuhi posisi yang dibutuhkan serta berapa banyak jumlah pekerja yang dibutuhkan. SMA Brawijaya Smart School juga menerapkan metode Simulation Method, dimana pengetesan pekerja melalui suatu simulasi proses pekerjaan rutin dalam jangka pendek atau pada waktu tes.
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwa rekrutmen dimaksudkan untuk mendapatkan calon karyawan yang memenuhi syarat. Oleh karena itu, SMA Brawijaya Smart School juga menerapkan rekrutmen internal dan eksternal. Yang mana padaproses rekrutmen internal, meliputi karyawan yang ada sekarang dapat dicalonkan untuk di promosikan. Dilakukannya metode ini, teknik yang digunakan meliputi personnel record, pengumuman lisan, dan lain-lain. Kelebihan dari proses rekrutmen internal adalah lowongan yang dibutuhkan akan cepat terisi, penyesuaian diri karyawan akan lebih cepat karena berasal dari kenalan orang dalam instansi tersebut, meningkatkan semangat kerja pegawai karena telah mengenal partnernya, menumbuhkan komitmen, menekan biaya proses rekrutmen sehingga tidak perlu mengeluarkan banyak biaya yang dibutuhkan selama proses awal pengumuman rekrutmen, mengurangi biaya orientasi dan pelatihan, pekerja sudah memahami secara baik kebijakan, prosedur, ketentuan dankebiasaan organisasi.
Rekrutmen eskternal yang dilakukan oleh SMA Brawijaya Smart School, dilakukan dengan cara mendapatkan karyawan dari luar sekolah yang memiliki bobot atau kualifikasi tertentu. Biasanya, yang dilakukan sekolah dalam proses perekrutan ini adalah menggunakan walk in applicant (dimana sejumlah pelamar mencalonkan diri dengan mendatangi langsung bagian rekrutmen di sekolah). Kebijakan rekrutmen eksternal ini mempunyai kelebihan, yakni orang yang direkrut dapat membawa ide atau gagasan baru ke sekolah, dan tidak banyak mengubah hierarki organisasional yang ada sekarang. Sedangkan kelemah kebijakan ini adalah sekolah menanggung biaya kesempatan karena kehilangan waktu yang terjadi pada saat orang tersebut diorientasikan pada pekerjaan yang baru, dan sekolah dapat menanggung resiko dalam mengangkat pekerja dari luar organisasi karena kecakapan dan kompetensi orang itu tidak dinilai dari orang pertama.

DAFTAR RUJUKAN

Mantja, W. 2008. Etnografi: Desain Penelitian Kualitatif Pendidikan dan Manajemen Pendidikan. Malang: Indo Press.
Ndraha, T. 2002. Pengantar Teori Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta
Sutrisno, E. 2016.Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana
Suwatno & Priansa, J. D. 2016. Manajemen SDM Dalam Organisasi Publik Dan         Bisnis. Bandung: Alfabeta.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

INFORMATIF! PERBEDAAN FANTASI, INTELEGENSIA DAN PERASAAN

Fantasi Yang dimaksud dengan fantasi ialah kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan bayangan baru. Dengan kekuatan fantasi manusia dapat melepaskan diri dari keadaan yang dihadapinya dan menjangkau kedepan, ke keadaan-keadaan yang mendatang. Fantasi sebagai kemampuan jiwa manuia dapat terjadi: 1.       Secara disadari, yaitu apabila individu-individu betul-betul menyadari akan fantasiny. Misalnya seorang pelukis yang sedang menciptakan lukisan dengan kemampuan fantasinya, seorang pemahat yang sedang memahat arca dengan dasar daya fantasinya. 2.       Secara tidak disadari, yaitu apabila individu tidak sadar telah dituntun oleh fantasinya. Keadaan semacam ini banyak dijumpai pada anak-anak. Anak seting mengemukakan hal hal yang bersifat fantastis, sekalipun tidak ada niat atau maksud dari anak untuk berdusta. Misalnya seorang anak memberikan berita yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sekalipun...

REKOMENDASI FILM YANG COCOK DITONTON MAHASISWA SAAT DI KOS PART 1

Pasti bingung apa yang akan dilakukan diakhir pekan, apalagi sebagai mahasiswa yang merantau jauh dari rumah. Mau pulang ke kampung halaman, hemat uang. Mau keluar jalan, uang buat makan minggu depan. Mau pergi ke Mall, nggak punya temen. Yuk, simak kegiatan ini bisa dilakukan tanpa modal. Cukup siapkan WiFi kos yang lancar untuk streaming atau kalian bisa pergi ke Telkom untuk mendownload filmnya. Banyak pelajaran atau moral value yang akan dapat diambil di film ini. Selain itu bisa juga dijadikan ajang untuk olahraga air mata. Ini dia beberapa rekomendasi film yang dapat ditonton disela sela akhir pekan versi aku! 1. Miracle In Cell No. 7 (2013) Super rekomended untuk mengasah kepekaan hati kalian, apalagi yang jauh dari rumah. Selain itu film ini mendapatkan banyak reward dari korea. Ditetapkan dibanyak situs sebagai film tersedih sepanjang masa. Auto menangis, bukan kaleng kaleng lagi pastinya. Menceritakan seorang anak perempuan yang tinggal dengan ayahnya yang me...