Langsung ke konten utama

INFORMATIF! PERBEDAAN FANTASI, INTELEGENSIA DAN PERASAAN


Fantasi
Yang dimaksud dengan fantasi ialah kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan bayangan baru. Dengan kekuatan fantasi manusia dapat melepaskan diri dari keadaan yang dihadapinya dan menjangkau kedepan, ke keadaan-keadaan yang mendatang. Fantasi sebagai kemampuan jiwa manuia dapat terjadi:
1.      Secara disadari, yaitu apabila individu-individu betul-betul menyadari akan fantasiny. Misalnya seorang pelukis yang sedang menciptakan lukisan dengan kemampuan fantasinya, seorang pemahat yang sedang memahat arca dengan dasar daya fantasinya.
2.      Secara tidak disadari, yaitu apabila individu tidak sadar telah dituntun oleh fantasinya. Keadaan semacam ini banyak dijumpai pada anak-anak. Anak seting mengemukakan hal hal yang bersifat fantastis, sekalipun tidak ada niat atau maksud dari anak untuk berdusta. Misalnya seorang anak memberikan berita yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sekalipun ia tidak berniat untuk berbohong. Dalam hal ini tidak disdari anak dituntun oleh fantasinya.
·         Macam macam fantasi
Fantasi umumnya merupakan aktivitas yang menciptakan. Tetapi sekalipun demikian sering dibedakan antari fantasi yang menciptakan dan fantasi yang dipimpin.
Fantasi yang menciptakan  yaitu merupakan bentuk atau jenis fantasi yang menciptakan sesuatu. Misalnya seorang ahli mode pakaian menciptakan model pakaian atas dasar daya fantasinya; seorang pelukis menciptakan lukisan atas daya fantasinya.
Fantasi yang dituntun atau dipimpin, yaitu merupakan bentuk atau jenis fantasi yang dituntun oleh pihak lain. Missal seseorang yang melihat film, orang lain dapat mengikuti apa yang dilihatnya dan dapat berfantasi tentang keadaan atau tempat tempat lain tengan perantara film tersebut. Demikian pula kalau orang berfantasi melalui musik, berita atau membaca sesuatu.
Fantasi yang mengabstrak, yaitu cara orang berfantasi dengan mengabstrak –kan beberapa bagian, sehingga ada bagian-bagian yang dihilangkan. Misalnya anak yang belum pernah melihat gurun pasir, maka untuk menjelaskan dipakaliah bayangan hasil persepsi yaitu lapangan.
Fantasi yang mendeterminasi, yaitu cara orang berfantasi dengan mendeterminasi (menetapkan/memastikan) terlebih dahulu. Misalnya anak belum pernah melihat harimau, yang meleka telah lihat adalah kucing maka kucing digunakan sebagai bahan untuk memberikan pengertian tentang harimau. Dalam berfantasi harimau, dalam bayangannya seperti kucing namun bentuknya besar.
Fantasi yang mengombinasi,yaitu orang berfantasi dengan cara mengombinasikan pengertian-pengertian atau bayangan – bayayangan yang ada pada individu bersangkutan. Misalnya berfantasi tentang ikan duyung, yaitu kepalanya seorang wanita, tetapi badannya ikan. Model fantasi inilah yang sering digunakan orang, misalnya mendesain rumah dengan gaya eropa namun menggunakan atap minangkabau.
            Fantasi apabila dibadingkan dengan kemampuan-kemampuan jiwa yang lain, fantasi lebih bersifat subjektif atau menurut pandangan sendiri. Bayangan fantasi berlainan dengan bayangan presepsi. Bayangan presepsi merupakan hasil dari presepsi sedangkan bayangan fantasi merupakan hasil dari fantasi.
Oleh karena itu dengan fantasi seseorang dapat menjangkau ke depan. Maka dari itu, fantasi sangat penting dalam kehidupan manusia. Namun demikain, ini tidak berarti fantasi itu tidam mempunyai keburukan. Keburukannya ialah dengan fantasi orang dapat meninggalkan alam kenyataan, lalu masuk dalam alam fantasi. Hal ini merupakan suatu bahaya, karena orang terbaa hidup dalam alam yang tidak nyata. Fantasi juga dapat menimbulkan kedustaan, takhayul, dan sebagainya,
            Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan seseorang untuk berfantasi, pada umumnya dilakukan tes fantasi. Tes yang sering digunakan untuk mengetahaui fantasi ialah :
1.      Tes TAT, yatu tes yang berwujud gambar – gambar, dan testee disuruh bercerita tentang gambar itu,
2.      Tes kemustahilan, yaitu tes yang berbentuk gambar – gambar atau cerita – cerita yang mustahil terjadi. Testee disuruh mencari kemustahilannya itu,
3.      Heilbronner Wirsma Test, yaitu tes yang berwujud suatu seri gambar yang makin lama makin sempurna,
4.      Tes Rorschach, yaitu tes yang berujud gambar – gambar dan testee disuruh menginterprestasikan gambar tersebut.
Walgianto, B.1980. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset
Intelegensi
            Berbicara tentang intelegensi biasanya memang dikaitkan dengan kemmpuan untuk memecahkan masalah, kemempuan untuk belajar, ataupun kemampuan unuk berfikir abstrak. Intelegensi berasal dari kata intelligere yang berarti mengorgansasikan, menghubungkan atau menyatukan dengan yanga lain (to organize, to relate , to bind together)
Perasaan
            Menurut Chaplin (1972) perasaan adalah keadaan atau state individu sebagai akibat dari presepsi terhadap stimulus baik eksternal maupun internal. Pada umumnya perasaan yang timbul pada setiap orang berbeda satu sama yang lain meski dengan stimulus yang sama reaksi yang ditimbulakan satu sama lain berbeda.
Tiga dimensi perasaan menurut Wundt selain sennag dan tidak senang ada dimensi perasaan lain, yaitu excited feeling  atau perasaan yang dialami oleh individu disertai adanya perilaku atau pebuatan yang Nampak, misalnya orang menari – nari karena lulus ujian. Sebaliknya sekalipun seseorang tersebut menerima uang banyak atau lulus ujiannya tetap tenang saja, tanpa ada perilaku atau perrbuatan yang menampak keluar hal ini dinamakan innert feeling. Sedangkan yang ketiga  yaiu expectancy feeling  dan release feeling. Sesuatu perasaan dapat dapat dialami oleh individu sebagai sesuatu yang belum nyata, sesuatu yang masih dalam pengharapan dinamakan  expectancy feeling. Disamping itu perasaan dapat dialami leh individu karena sesuatu itu telah nyata dinamankan dengan release feeling.
Jenis perasaan
Menurut Stern membedakan perasaan menjadi tiga golongan a]sehubungan dengan waktu dan perasaan yaitu ;
1.      Perasaan presens, yaitu perasaan yang timbul dalam keadaan sekarang nyata dihadapi, yaitu berhubungan dengan situasi yang actual.
2.      Perasaan yang menjangkau maju, merupakan jangkauan ke depan, yaitu perasaan dalam kejadian – kejadian yang akan dating, jadi masih dalam pengharapan.
3.      Perasaan yang berkaitan dengan waktu yang telah lampau, yaitu perasaan yang timbul dengan melihat kejadian – kejadian yang telah lalu. Missal orang yang teringan akan masa kejayaannya dahulu.
Bigot (1950) memberikan klasifikasi perasaan sebaga berikut :
1.      Perasaan keindraan, yaitu perasaan yang berkaitan dengan alat indera, missal perasaan berhubungan dengan pencecapan misalnya rasa asin, pahit, manis dan sebagainya. Termasuk perasaan lapar, haus, lelah dan sebagainya.
2.      Perasaan psikis atau kejiwaan, yang masih dibedakan atas (a) perasaan intelektual; (b) perasaan kesusialaan; (c) perasaan keindahan; (d) perasaan sosial atau kemasyarakatan; (e) perasaan harga diri; dan (f) perasaan ke-Tuhanan.

(a)    Perasaan intelektual yaitu perasaan yang timbul apabila orang dapat memecahkan soal, atau mendapatkan hal – hal baru sebagai hasil kerja dari segi intelektualnya. Misalnya seorang anak akan senang apabila dapat memcahkan sola hitungan yang menurut ukurannya sla tersebut sangat sulit.
(b)   Perasaan kesusilaan yaitu persaan yang timbul apabila orang mengakami hal – hal baik atau buruk menurut norma norma kesusilaan. Misalnya apabila seorang ketika berbuat baik ia akan merasa senang abila berbuat sebaliknya ia akan mengalami rasa tidak senang.
(c)    Perasaan keindahan atau perasaan beretika, perasaan ini timbul apabila seseorang mengalami sesuatu yang indah atau tidak indah.
(d)   Perasaan kemasyarakatan atau perasaan sosial, persaan ini timbul dalam hubungannya dengan interaksi sosial, yaitu hubungan individu satu dengan individu lainnya. Misalnya perasaan senang atau simpati, tidak senang atau antipati dan uga perasaan kebangsaan.
(e)    Perasaan harga diri, perasaan ini merupakan perasaan yang menyertai harga diri seseorang. Persaan ini dapat menjadi positif apabila seseorang menghargai dirinya dengan baik dan akan menjadi negatif apabila tidak menghargai dirinya dengan baik.
(f)    Perasaan ke-Tuhanan, perasaan ini timbul menyertai kepercayaan kepada Tuhan yang mempunyai sifat – sifat serba sempurna. Persaan percaya ini membuat seseorang untuk berbuat baik, berbuat sholeh.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

REKOMENDASI FILM YANG COCOK DITONTON MAHASISWA SAAT DI KOS PART 1

Pasti bingung apa yang akan dilakukan diakhir pekan, apalagi sebagai mahasiswa yang merantau jauh dari rumah. Mau pulang ke kampung halaman, hemat uang. Mau keluar jalan, uang buat makan minggu depan. Mau pergi ke Mall, nggak punya temen. Yuk, simak kegiatan ini bisa dilakukan tanpa modal. Cukup siapkan WiFi kos yang lancar untuk streaming atau kalian bisa pergi ke Telkom untuk mendownload filmnya. Banyak pelajaran atau moral value yang akan dapat diambil di film ini. Selain itu bisa juga dijadikan ajang untuk olahraga air mata. Ini dia beberapa rekomendasi film yang dapat ditonton disela sela akhir pekan versi aku! 1. Miracle In Cell No. 7 (2013) Super rekomended untuk mengasah kepekaan hati kalian, apalagi yang jauh dari rumah. Selain itu film ini mendapatkan banyak reward dari korea. Ditetapkan dibanyak situs sebagai film tersedih sepanjang masa. Auto menangis, bukan kaleng kaleng lagi pastinya. Menceritakan seorang anak perempuan yang tinggal dengan ayahnya yang me...

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA: STRATEGI REKRUTMEN SUMBER DAYA MANUSIA AGAR LEBIH SELEKTIF DAN EFEKTIF

STRATEGI REKRUTMEN SUMBER DAYA MANUSIA AGAR LEBIH SELEKTIF DAN EFEKTIF STUDI KASUS SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL Idqa Nanda Ayu Okky Irwina Savitri Salsabilla Taftania E-mail: idqnnd2803@gmail.com , okkyirwinasvtr@gmail.com , salsabillataf@gmail.com Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang 65145 Abstract: This research has purpose to describtion the strategy of recruitment human resources, recruitment is the process of obtaining new human resources to fulfill positions within an organization or a particular agency.This research used qualitative approach with research type of case study research and supported by using literacy analysis. The results of this research are: techniques in the recruitment process of human resources, weaknesses and strengths of human resource recruitment techniques, all recruitment processes from the beginning to the process of receiving human resources at Bra...