Langsung ke konten utama

KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN: KEPEMIMPINAN PERUBAHAN


KEPEMIMPINAN PERUBAHAN


MAKALAH
untuk memenuhi tugas mata kuliah
Kepemimpinan Pendidikan
Yang dibina oleh Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd




Oleh:
Balqis Fitria                             170131601056
Bella Ratna I.                          170131601093
Idqa Nanda Ayu                      170131601047
Rohmah Qoirun Nisak             170131601036











UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN
PRODI S1 ADMINISTRASI PENDIDIKAN
OKTOBER 2018





KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas Makalah Kepemimpinan Pendidikan yang berisi tentang Kepemimpinan Perubahan ini dapat diselesaikan dengan Makalah  ini disusun untuk memenuhi salah satu  mata kuliah Kepemimpinan Pendidikan Program Studi Adminitrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang..
Penulis menyadari bahwa hanya dengan kesungguhan niat serta usaha dan juga tidak lepas dari bantuan berbagai pihak makalah  ini dapat terselesaikan dengan baik.
Sebagai ungkapan rasa terima kasih yang mendalam penulis hanya dapat berdoa semoga segala perhatian, bantuan , dukungan serta semangat yang telah diberikan mendapat balasan yang lebih baik dari Allah SWT.
Harapan kami semoga informasi yang ada dalam  makalah ini dapat bermanfaat dan juga dapat membantu dalam pembelajaran. Serta untuk melatih kami agar lebih teliti dan belajar akan tata cara penulisan makalahn secara baik dan sistemtatis, kami sadar bahwa perlu untuk lebih ditingkatkan lagi kualitas maupun akurasi datanya. 
Selanjutnya, ucapan terima kasih kami kepada bapak pembimbing mata kuliah Kepemimpinan Pendidikan ini yang telah aktif membantu dalam penyusunan makalah Kepemimpinan Perubahan ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk seluruh pihak.  





                                                                                                            Malang,23 Oktober  2018




Penulis









i
DAFTAR ISI
Halaman
KATA  PENGANTAR                                                                                                  i
DAFTAR ISI                                                                                                                  ii
DAFTAR TABEL                                                                                                          iii
DAFTAR GAMBAR                                                                                                      iv
BAB I PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang                                                                                                      1
B.     Rumusan Masalah                                                                                                             1
C.     Tujuan Pembahasan                                                                                              1

BAB II PEMBAHASAN
A.     Pengertian Kepemimpinan Perubahan                                                                  2
B.     Jenis Jenis Kepemimpinan Perubahan                                                                  2
C.     Strategi dan Peran Kepemimpinan Perubahan                                                      10
D.     Hambatan Kepemimpinan Perubahan                                                                  13
BAB III PENUTUP
            Kesimpulan                                                                                                                 16
            Saran                                                                                                                            16
DAFTAR RUJUKAN                                                                                                  17



DAFTAR TABEL

Tabel                                                                                                                           Halaman
Tabel 1.1 Kepemimpinan Perubahan Strategis                                                                                        2
Tabel 1.2. Kepemimpinan Perubahan Fundamental                                                                    5
Tabel 1.3. Kepemimpinan Perubahan Kultural                                                                                       7
Tabel 1.4. Kepemimpinan Perubahan Berbasis Hubungan                                                         9
Tabel 2.1. Strategi dan Peran Pemimpin Perubahan Organisasional                                           11





 


BAB 1
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG

Kepemimpinan sebagai proses atau keterampilan mempengaruhi orang lain kepada perilaku yang diharapkan memiliki berbagai nsure. Pemimpin sebagai panutan dalam organisasi, sehingga perubahan harus dimulai dari tingkat yang paling atas yaitu pemimpin itu sendiri. Kepemimpinan berpengaruh kuat terhadap jalannya organisasi dan kelangsungan hidup organisasi.
Peran kepemimpinan sangat strategis dan penting dalam sebuah organisasi sebagai salah satu penentu keberhasilan dalam pencapaian misi, visi dan tujuan suatu organisasi. Setiap agen perubahan yang menjalankan kepemimpinan perubahan mengharapkan apa yang sudah menjadi agenda utama dapat berhasil dengan sebaik baiknya. Pemimpin harus dapat memotivasi para anggotanya untuk terus berubah.
Kualitas dari pemimpin seringkali dianggap sebagai faktor terpenting dalam kemajuan atau kemunduran suatu organisasi demikian juga kemajuan atau kemunduran suatu instansi, biasanya dipersepsikan sebagai keberhasilan atau kegagalan pemimpin.

B.     RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah pada makalah ini adalah sebgai beriku :
1.      Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan perubahan ?
2.      Apa saja jenis-jenis kepemimpinan perubahan ?
3.      Bagaimana strategi dan peran pemimpin perubahan ?
4.      Apakah hambatan dalam kepemimpinan perubahan ?

C.     TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk menegtahui pengertian dari kepemimpinan perubahan
2.      Untuk mengetahui jenis-jenis kepemimpinan perubahan
3.      Untuk mengetahui strategi dan peran pemimpin perubahan
4.      Untuk mengetahui hambatan dalam kepemimpinan perubahan


BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Kepemimpinan Perubahan
Pemimpin adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi individu dan kelompok untuk dapat bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditentukan. Pemimpin dan kepemimpinan masa depan, erat kaitannya dengan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh bangsa ini. Bangsa ini masih membutuhkan pemimpin yang kuat di berbagai sektor kehidupan masyarakat, pemimpin yang berwawasan kebangsaan dalam menghadapi permasalahan bangsa yang demikian kompleks.
Menurut Sutikno (2014:15) Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menpengaruhi dan menggerakan orang lain untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan dalam organisasi diarahkan untuk mempengaruhi orang – orang yang dipimpinnya, agar mau berbuat seperti yang diharapkan ataupun diarahkan oleh orang yang memimpinnya.
Ada beberapa macam pengertian mengenai kepemimpinan diantaranya menurut Wukir (2013: 134) memberikan pengertian kepemimpinan yangmerupakan seni memotivasi dan mempengaruhi sekelompok orang untuk bertindak mencapai tujuan bersama.
Kepemimipinan perubahan dalam konteks ini menunjuk pada perilaku pemimpin dalam membawa perubahan organisasional. Kepemimpinan perubahan dapat ditinjau dari perspektif perubahan yang ada, yaitu: kepemimpinan perubahan strategis, fundamental, cultural, hubungan (Supriyanto,2016).

B.     Jenis – Jenis Kepemimpinan Perubahan   
1.      Kepemimpinan Perubahan Strategis
Kepemimpinan Perubahan & Makna
Konsekwensi & Strategi
Kepemimpinan Strategis

2
 

2
 
Perubahan organisasional dapat dilakukan jika didahului dengan mengubah individu (anggota), terutama “peta mental”nya.
Tantangan
Hadapi “brain barrier” yang terbentuk dari peta mental sebelumnya.
Hambatan
Tak mampu hadapi tantangan, timbul hambatan berkepanjangan, perlu

3
 
solusi (konsep sederhana & fokus pada hal-hal mendasar.
Inovatif
Siap lakukan inovasi, menguasai hal baru, lakukan perubahan dengan baik, dan dapatkan keuntungan.
Strategi tentukan perubahan
Anticipatory Change (Paling Sulit)
Reactive Change (Sulit)
Crisis Change (Paling Mudah).
Tabel 1.1 Kepemimpinan Perubahan Strategis

Kepemimpinan strategis sangat diperlukan ketika dalam organisasi mengalami kendala dalam mengubah anggotanya karena sudah memiliki peta mental sebelumnya, mereka tidak mudah untuk menerima perubahan, lebih nyaman dengan kondisi mental sebelumnya, sehingga perlu treatment untuk melakukan perubahan. Inilah tantangan yang harus dihadapi oleh pemimpin. Hal yang strategis dilakukan oleh pemimpin adalah merubah peta mental anggota terlebih dahulu disusul dengan perubahan organisasional.
Ketika agen perubahan tak mampu menghadapi tantangan yang ada, timbul hambatan yang berkepanjangan. Kondisi ini akan menyulitkan agen perubahan dalam organisasi, perubahannyaterhambat, sehingga perlu solusi yang strategis. Solusi strategis yang dimaksudkan ketika menghadapi hambatan berkepanjangan adalah gunakanlah konsep-konsep perubahan yang sederhana dan fokuskan pada hal-hal yang mendasar dari perubahan dalam organisasi. Juga harus mampu membuat inovasi-inovasi, siap lakukan inovasi, menguasai hal baru, lakukan perubahan dengan baik, dan dapatkan keuntungan.
Strategi penting untuk tentukan perubahan perlu juga dikuasai oleh agen perubahan, beberapa strategi yang diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu: (1) anticipatory change; (2) reactive change; dan (3) crisis change. Anticipatory change menunjuk pada penetuan perubahan tapi tidak didasarkan pada data dan informasi kondisi sekarang, melainkan kondisi yang akan datang. Strategi ini paling sulit dilakukan karena berdasarkan perkiraan yang sifatnya antisipatif, sehingga ada kemungkinan ketidaktepatan dalam tentukan perubahan di masa mendatang.Reactive change menunjuk pada penentuan perubahan yang didasarkan pada data dan informasi kondisi sekarang. Keadaan berjalan secara normal, tetapi sifatnya hanya mereaksi saja, sehingga penentuan perubahannya masih relative sulit dilakukan secara tepat. Penentuanya bersifat menunggu sehingga kadang menjadi terlambat dalam melakukan perubahan. Crisis change menunjuk pada penentuan perubahan setelah terjadi kekacauan dalam organisasi. Kondisi sudah sangat menghawatirkan sehingga mau tidak mau harus melakukan perubahan. Apabila tidak melakukan perubahan dapat mengancam kehidupan organisasi. Hampir semua anggota organisasi membutuhkan perubahan, seolah sedang menghadapi “badai” yang sedang menyerang organisasi. Berdasarkan kondisi tersebut, perubahan dapat dilakukan dengan mudah bahkan dapat dikatakan sebagai perubahan yang paling mudah dilakukan. (Supriyanto, 2016)

 
Jika dilihat hubungan antara strategi dengan tingkat kesulitan perubahan dapat diketahui bahwa anticipatory change termasuk perubahan paling sulit, diikuti oleh reactive change yang termasuk pada kategori sulit perubahannya, serta crisis change termasuk pada kategori paling mudah perubahannya. Setiap perubahan juga tidak lepas dari biaya. Hubungan antara strategi perubahan dengan biaya dapat dinyatakan bahwa anticipatory change termasuk perubahan paling sulit tetapi membutuhkan biaya paling murah (sedikit), diikuti oleh reactive change yang termasuk dalam kategori sulit perubahannya, serta crisis change termasuk dalam kategori mudah perubahannya. Hubungan antara strategi penentuan perubahan dengan tingkat kesulitan serta biayanya dapat diilustrasikan pada gambar 1.1.

2.     

 
Kepemimpinan Perubahan Fundamental
Kepemimpinan perubahan fundamental mununjuk pada upaya membawa anggota organisasi pada perubahan yang mendasar. Kepemimpinan ini memfokuskan pada perubahan-perubahan yang sangat prinsip bagi organisasi. Misalnya, kepemimpinan yang berhubungan dengan perubahan visi, misi, dan tujuan organisasi. Konsekuensinya, semua komponen organisasi menerima dampak secara luas dan mendasar. Penyesuaian-penyesuaian masing-masing unit kerja harus dilakukan sesuai dengan tuntutan atau perubahan yang sudah ditetapkan. Kepemimpinan perubahan fundamental perlu melakukan langkah-langkah operasionalnya secara tepat. Langkah-langkah yang dimaksudkan meliputi: Envisioning, Activating, Supporting, Implementing, Ensuring, dan Recognizing yang diakronimkan menjadi EASIER. Langkah-langkah tersebut perlu dipahami dan dilakukan secara periodik sehingga kepemimpinan perubahan ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Envisioning sebagai langkah pertama kepemimpinan fundamental menunjuk pada tindakan pemimpin dalam merumuskan profil organisasi masa depan. Kemampuan pimpinan dalam merumuskan visi organisasi yang baik di masa mendatang sangat diperlukan. Lingkungan eksternal organisasi hampir setiap saat berubah, sehingga secara internal memerlukan pemimpin yang kuat dalam envisioning. Jika langkah pertama baik, langkah berikutnya tinggal melanjutkan, dan perlu tindakan yang implementatif.
Kepemimpinan Perubahan & Makna
Konsekuensi & Strategi
Kepemimpinan Fundamental/ Tranformasional/ Visioner
Perubahan mendasar (prinsip-prinsip utama), dampak besar dan luas.
Langkah EASIER:
Envisioning (memimpikan)

Pemimpin harus merumuskan profil organisasi masa depan
Activating (mengaktifkan)
Pemimpin harus mengaktifkan anggota untuk memahami, mendukung, dan membagi visi.
Supporting (mendukung)
Pemimpin perlu memberi dukungan moral untuk mencapai tujuan baru.
Implementing (melaksanakan)
Melaksanakan rencana sesuai jadwal untuk menjadikan visi jadi

6
 
kenyataan.
Ensuring (memastikan)
Memastikan implementasi berjalan sesuai rencana melalui monitoring dan pengawasan
Recognizing (pengakuan)
Pemberian pengakuan pada mereka yang berhasil.
Tabel 1.2. Kepemimpinan Perubahan Fundamental
Langkah kedua dalam kepemimpinan fundamental ini adalah melakukan activating. Langkah ini menunjuk pada pimpinan yang harus mampu mengaktifkan anggota untuk memahami, mendukung, dan membagi visi. Visi yang telah dihasilkan pada langkah pertama harus disosialisasikan kepada seluruh anggotanya. Pemahaman yang tinggi dari para anggota sangat diperlukan, sehingga mereka mau mendukung dan menerima tugas dalam rangka merealisasikan visi organisasi.
Pemimpin perlu memberi dukungan moral untuk mencapai tujuan baru kepada setiap anggota organisasi. Supporting sebagai langkah ketiga dapat memotivasi bawahan dalam melaksanakan perubahan yang telah diprogramkan. Mereka merasa menjadi bagian organisasi yang penting dan dekat dengan pimpinan. Jika supporting diberikan secara optimal, mereka juga akan menunjukan penampilannya untuk memenuhi harapan organisai. Artinya, keterlibatan pimpinan (supporting) yang optimal akan membawa pengaruh positif terhadap keberhasilan perubahan yang telah dirumuskan.
Implementing sebagai langkah keempat menunjuk pada pelaksanaan rencana sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Pelaksanaan yang dimaksudkan diwujudkan melalui keterlibatan setiap anggota dalam menjabarkan visi organisasi dalam aksi di lapangan (kenyataan). Dukungan yang diberikan pimpinan pada langkah sebelumnya sangat berati bagi anggota dalam pelaksanaan rencana secara berkesinambungan.
Ensuring (kepastian) sebagai langkah kelima memfokuskan pada upaya memastikan apakah implementasi sudah sesuai atau belum sesuai dengan rencana. Pelaksanannya dilakukan melalui monitoring dan pengawasan secara periodik. Idealnya, pimpinan dapat melakukan sendiri atau dibantu orang-orang yang dipercaya sehingga temuan yang ada dapat dijadikan acuan untuk perbaikan di masa mendatang.

 
Recognizing sebagai langkah keenam menunjuk pada pemberian pengakuan pada mereka yang berhasil. Mereka perlu diberi penguatan, reward, hadiah untuk memperkuat perilaku mereka secara positif. Pemberiannya dilakukan secara proporsional sehingga mampu dijadikan alat stabilizer anggota organisasi yang sukses dalam melaksanakan perubahan. (Supriyanto, 2016)
Langkah-langkah tersebut (EASIER) secara teoritis mudah untuk dinyatakan, tetapi pelaksanaannya perlu dilakukan secara hati-hati dan persiapan yang matang. Jika kepemimpinan perubahan fundamental dengan langkah-langkah tersebut maka perubahan yang diharapkan dapa diwujudkan dengan baik. Namun demikian, kesuksesan kepemimpinan ini membutuhkan proses dan waktu yang cukup panjang dalam organisasi yang sedang melakukan perubahan.
3.      Kepemimpinan Perubahan Kultural
Kepemimpinan perubahan kultural adalah kepemimpinan yang lebih mengedepankan tauladan bagi para anggotanya dan keseimbangan antara nilai-nilai kemanusiaan dengan tugas-tugas yang harus dikerjakan dalam organisasi. Ia harus berhadapan dengan transisi dari budaya lama ke baru. Ia perlu memberikan contoh atau model praktik budaya baru dalam lingkup pekerjaan sehari-hari, termasuk di dalamnya cara memimpin dan melatih anggota untuk mengikutinya. Cara yang dapat ditempuh pemimpin dalam memimpin pekerjaan meliputi: (1) creating the right environment, yaitu pemimpin jadi model peran, mendorong, dan memberikan penghargaan pada bawahan dalam menunjukan perilaku kepemimpinan baru; (2)installing the right processes, yaitu pemimpin mengusahakan proses formal dan memberi petunjuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.
Apabila pemimpin berkehendak meningkatkan produktivitas, maka jangan jadikan anggota organisasi menjadi obyek, menjadi beban, dan pelengkap. Apabila hal itu dilakukan maka jangan harap produktivitas dari mereka akan meningkat. Mereka menjadi bagian yang tak terpisahkan dari anggota organisasi yang memiliki peran dan tugas masing-masing. Mereka membutuhkan perhatian dari pimpinan. Jika mereka diperhatikan, menjadi fokus semua peristiwa yang terjadi dalam organisasi, maka akan memerhatikan pada sistem yang dijalankan dan menunjukan produktivitas yang tinggi. (Supriyanto, 2016)
Kepemimpinan Perubahan & Makna
Konsekuensi & Strategi
Kepemimpinan Cultural
Kepemimpinan contoh, keseimbangan hubungan human value dengan tugas.
Hadapi perubahan budaya lama ke baru.
Cultural Leader beri kesempatan dengan contoh atau model melakukan pekerjaan sehari-hari, bagaimana memimpin, dan

8
 
anggota mengikuti.


Memimpin pekerja melalui dua (2) hal, yaitu:
1.      Creating the right environment; dan



Pemimpin jadi model peran, dorong, dan hargai bawahan yang tunjukkan perilaku kepemimpinan baru.


2.      Installing the right procceses
Pemimpin usahakan proses formal dan beri petunjuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.


Peningkatan produktivitas
Jika anggota organisasi dijadikan obyek, beban, dan pelengkap, akan sulit mengharap produktivitas. Sebaliknya, jika mereka diperhatikan dan jadi fokus peristiwa, maka akan memerhatikan produktivitas yang dijalankan.
Tabel 1.3. Kepemimpinan Perubahan Kultural

4.      Kepemimpinan Perubahan Berbasis Hubungan
Kepemimpinan berbasis hubungan sebagai kepemimpinan perubahan keempat mengedepankan hubungan antar semua atau beberapa komponen secara terintegrasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Kepemimpinan perubahan jenis ini mencakup interdependence dan diservity. Keduanya perlu dipahami dan dipraktikan untuk menghasilkan perubahan yang diharapkan.


 
Kepemimpinan perubahan berbasis hubungan yang interdependence (saling ketergantungan) sudah menggunakan hasil teknologi sebagai pendorong utama dalam kolaborasi. Wujud interdepedence dapat berupa joint ventures (usaha bersama-patungan), kemitraan dalam suatu perubahan, aliansi strategis dengan melakukan kerjasama perubahan tertentu yang strategis dengan program-program baru, membentuk jaringan tertentu untuk memperkuat perubahan organisasional, dan lakukan program-program perubahan kontemporer (teknologi informasi) secara sinergis dengan pihak lain. Kepemimpinan hubungan adalah kepemimpinan yang dilakukan dengan mengintegrasikan  semua kemungkinan hubungan untuk mencapai hasil yang maksimal. (Supriyanto, 2016)
Kepemimpinan Perubahan dan Makna
Konseekwensi & Strategi
Kepemimpinan Hubungan (Conective Leadership)
Kepemimpinan dilakukan dengan mengintegrasikan semua kemungkinan hubungan untuk mencapai hasil optimal
Kepemimpinan hubungan mencangkup interdependence & diversity
Interdependence (saling bergantung) teknologi sebagai pendorong utama dalam kolaborasi (joint venture kemitraan dalam suatu perubahan, aliansi strategis, jaringan , dasar kontemporer)
Diversity (keberagaman kepentingan ) dengan karakter individu, kelompok, dan organisasi \. Keberagaman menjadi  kekuatan untyk perbedaan aspek sosial, budaya, dan ekonomi.

Kepemimpinan hubungan lain: kepemimpinan konektif yaitu menunjuk pada

10
 
pemimpin yang mudah dalam mendapatkan koneksi, gagasan dari institusi berbeda.
Tabel 1.4. Kepemimpinan Perubahan Berbasis Hubungan

C.     Strategi dan Peran Pemimpin Perubahan
Setiap pemimpin dalam membawa perubahan organisasional perlu memiliki strategi dan peran yang harus dimainkan  secara optimal. Tujuan utamanya agar apa yang menjadi target pimpinan dalam mengantarkan organisasi dimasa depan data dilewati dengan lancar. Ketidakmampuan pemimpin dalam menyusun strategi perubahan dapat berakibat kegagalan. Peran yang harus dimainkan pemimpin harus jelas, sehingga para anggotanya juga memahami peran yang harus dilaksanakan.
Ada beberapa strategi yang mendasar meenurut Anderson 2001 dalam Mirfani (2016:65) yakni untk melakukan perubahan yang fokus pada individu dan fokus pada organisasi. Strategi dasar ini lebih bertumpu pada perubahan yang terjadi pada orang-orang dalam organisasi. Dari sekian banyak alternatif strategi dasar khusus yang patut dikenali ada tiga, yaitu strategi pemberdayaan (Empowering strategy), strategi pengembngan organisasi (Organizational Development Strategy) dan Strategi Proses.
Para ahli strategi perubahan memandang bahwa pemberdayaan merupakan strategi yang amat kuat. Filosofi strategi ini bertolak dari pandangan bahwa perubahan pada dasarnya adalah merubah manusia dengan segala aspeknya intelektual, menral maupun spiritualnya. Perubahan hanya mungkin terjadi jika manusianya yang berubah. Jadi pelaku perubahan adalah manusia. Setiap manusia memiliki kekuatan untuk merubah dirinya, merubah semua aspek kemanusiaannya, merubah kehidupannya dan merubah lingkungannya (Mirfani, 2016) .
Menurut Mirfani (2016:65), Filosofi tersebut melandasi strategi pemberdayaan. Manusia sebagai pelaku perubahan diberi daya untuk merubah diri, kehidupan, dan lingkungan sehingga ia dapat tampil beda dan sip selaku agen perubahan. Siap beraksi dalam perubahan. Merubah manusia dengan pola pikirnya, pola sikapnya, dan pola perilakunya.
Sedangkan beberapa  peran yang dapat dimainkan oleh pemimpin perubahan dalam suatu organisasi atau instansi ialah : (1) menciptakan hubungan kerja yang efektif; (2) melakukan penyempurnaan fungsi manajer; (3) memimpin dengan contoh; (4) mempengaruhi orang lain (leadership); (5) mengembangangkan team work ; (6) melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan; (7) menjadikan pemberdayaan kepada bawahan sebagai the way of life; (8) membangun komitmen.

 
Selain cara diatas pemimpin dapat membangun peran kreatif dan inovatif dalam menciptakan budaya baru organisasi melkukan shock therapy perubahan, dan adopsi strategi tertentu (beancmarking) secara positif untuk kepentingan jangka panjang.
Hal yang harus dicermati dalam kepemimpinan perubahan adalah ketika ia harus melaksanakan tindakan perubahan. Pertama, tentukan strategi yang akan dijadikan pedoman. Penentuan strategi memerlukan waktu jika perubahan yang akan diambil berkaitan dengan hal-hala mendasar, jika sebaliknya tidaklah memerlukan waktu yang lama(bersifat rutin). Kedua pasca penentuan strategi, pemimpin harsu melaksanakan peran sesuai dengan kebutuhan saat itu. Peran yang dimainkan perlu didasarkan pada strategi yang diambil. Kesemua strategi dan peran agen perubanahan tersebut diarahkan untuk mencapai tujuan perubahan organisasi atau lembaga yang telah ditetapkan dalam jangka panjang. Melalui peran dan strategi yang digunakan oleh pemimpin, maka akan tercipta sebuah inovasiinovasi Wibowo (dalam Zahro, 2017:359)
Suharsaputra (2016:303), menjelaskan “inovasi pendidikan melingkupi segala sesuatu kebaruan yang mampu membawa lembaga pendidikan menjadi lebih bermutu dalam menyelenggarakan proses pendidikan atau pembelajaran dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, yang tercermin dari output lulusan yang berprestasi, maupun outcome yang bermanfaat bagi masyarakat.
Strategi
Peran
Tujuan
·         Akselerasi perubahan
·         Materi perubahan
·         Penyeimbang perubahan dan kontinunitas
·         Peningkatan kepuasan pekerja
·         Ciptakan hubungan kerja efektif
·         Lakukan pergeseran fungsi manajerial
·         Leadership dengan contoh
·         Kembangkan teamwork
·         Libatkan bawahan disetiap pengambilan keputusan
·         Menjadikan pemberdayaan kepada bawahan sebgai  the way of life
·        


 
Membangun komitmen
·         Perubahan organisasional positif untuk jangaka panjang
Tabel 2.1. Strategi dan Peran Pemimpin Perubahan Organisasional
Pemimpin perubahan organisasi perlu menyiapkan diri melalui beragam pengalaman belajar yang relevan. Hal ini sangat diperlukan sebagai bekal ketika dirinya harus memimpin perubahan dengan karakteristik perubahan perubahan yang hampir sama. Beberapa pembelajaran bagi pemimpin perubahan yang dimaksud antara lain:
1.      Perubahan pola pikir, yang menunjuk pada perubahan kerangka piir mesin (lama) ke problem solving, siap hadapi kejutan, dan memulainya dengan gairah/semangat yang baik (tinggi).
2.      Memberi dorongan komperatif dan pembelajaran dalam jangka panjang.
3.      Memiliki skil (imajinasi, profesionalisme, dan keterbukaan berkolaborasi) dalam memimpin perubahan sebagaimana diuraikan Peter M. Senge dalam Tjitra (2013: 256-263).

Di bawah dimensi kepemimpinan transformasional ini, para pemimpin memberikan visi, misi dan juga menginspirasi bawahan tentang tujuan organisasi. Kualitas kepemimpinan membuat pemimpin menjadi panutan di depan pengikut. Kualitas pemimpin ini menginspirasi mereka untuk melatih dan melatih bawahan dan menstimulasi mereka untuk mendapatkan pengalaman.. Pengikut merasa sangat bahagia dan nyaman ketika mereka diarahkan secara individual.  Seperti pendapat (Ahmad dkk, 2014)
Ahmad said if  Transformational leadership style has their own four dimensions that include Idealized Influence (II), Individual Consideration (IC), Intellectual Stimulation (IS) and Inspirational Motivation (IM) that are elaborated as under. Under this dimension of transformational leadership, leaders provide vision, mission and faith and also inspire subordinates about objectives of organization. This quality of leadership makes leader a role model in front of followers. Transformational leader motivate followers in new way, they make them creative, and they become a good decision maker. They focus on reasoning behind every action. Transformational leader always direct their followers to find the solution of problems in logical manner rather than in traditional setup. This situation makes subordinates creative, critical and logical. Leader motivate the followers by accepting challenges and also act as model for them, het inspire for achieving goal effectively. Transformational leadership enables leader to explain the meanings of challenges that have to face and motivate them. They motivate the followers for achieving optimum results. Leader tells followers about future affairs and also aware about the future goals and vision of organization that is actually commitment to goals.
D.    

13
 
Hambatan Dalam Kepemimpinan Perubahan
Setiap agen perubahan yang menjalankan kepemimpinan mengharapkan apa yanh sudah diagendakan terlaksana dan berhasil sebaik baiknya, namun praktiknya tidak begitu. Begitu pula pemimpin perubahan, yang ingin semua anggota dibawah kendali dirinya dapat diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu, tetapi hal ini tidak terjadi karena dirinya sendiri yang memiliki sejumlah penyakit yaitu:
1.       Puas terhadap kinerja diri sendiri;
2.      Tidak mau dikritik & saran dari sponsor, kolega, maupun bawahan;
3.      Perkataan tidak sesuai dengan praktik;
4.      Memprioritaskan kelompok tertentu walaupun kemampuannya rendah;
5.      Tidak kembangkan orang/ anggota;
6.      Gagal menciptakan arah;
7.      Demoralisasi orang/ pihak lain atau kondisi dimana moral suatu lingkungan baik lingkup besar atau kecil mengalami penurunan atau pengurangan;
8.      Intimidasi orang/pihak lain;
9.      Praktik favitism atau pilih kasih;

Solusi yang ditawaran terhadap adanya hambatan dalam perubahan, adapun mindset inovasi menarik yang perlu ditanamkan menurut Husni (2015:24) yakni sebagai berikut :
1.      Perubahan menciptakan lebih banyak pilihan bagi individu sebagai konsumen dan sebagai pekerja
2.      Perubahan membantu mengembangkan perkembangan profesional dan personal
3.      Perubahan membawa kelompok-kelompok pribadi bervariasi dan beragam ke tempat kerja.
4.      Perubahan menjaga sesuatu tetap dalam proporsinya.
5.      Perubahan mendorong action resarch dan membantu mengintegrasikan studi akademik dan praksis harian.
6.      Perubahan menciptakan kepercayaan diri.
7.      Perubahan dapat menyoroti kekuatan, etika, keterampilan, dan atribut-atribut inti yang membentuk etos sekolah.
8.      Perubahan konsisten dengan toleransi keragaman, indivisual, kultural, dan organisasional.
9.      Perubahan menghasilkan hasil-hasil eksponensial dari alokasi sumber daya.
10.  Perubahan dapat membantu individu dalam kemajuan karier.
11.  Perubahan menarik minat dan perhatian.
12.  Inovasi yang berhasil biasanya memerlukan waktu, sehingga perubahan dapat membantu mengembangkan koherensi dan sense of purpose, kerja ke arah tujuan bersama.

 
 

Beberapa catatan khusus yang perlu dicermati dari pembelajaran pemipin meliputi:
1.      Mampu mewujudkan “mimpi perubahan” menjadi kenyataan.
2.      Mampu menyeimbangkan antara disiplin dalam berfikir dan terbuka dalam menghadapi berbagai kejutan-kejutan perubahan.
3.      Memiliki visi yang jelas (visioner) dan interitas yang tinggi.
4.      Mampu mengkondisikan budaya komperatif dan belajar dalam jangka panjang.
5.      Memiliki sejumlah keterampilan yang diperlukan untuk membawa perubahan yang diinginkan.
Merujuk model pembelajaran dan kesuksesan masa depan pemimpin perubahan dari Kotter dapat djelaskan bahwa keberhasilan seseorang pemimin perubahan dapat ditinjau dari lima variabel.
Pertama, variabel personal history merujukpada kemampuan dirinya yang diketahui/dimliki sejak lahir, pengalaman dimasa kecil, dan pengalaman pendidikan yang diperoleh serta pengalaman pekerjaan. Sejarah kehidupan tersebut didapatkan dari faktor internal dan eksternal sehingga pembentukan kepemimpinandiri seseorang dalam menghadapi perubahan dianggap sebagai penentu kesuksesan dimasa datang. Personal history tersebut dapat juga dijadikan fondasi untuk mencapai kemampuan dan keterampilan seseorang dalam memimpin perubahan.
Kedua, competitive drive menunjuk pada pemantauan standart dirinya dalam mencapai tingkat persaingan dengan pihak lain sehingga dapat dijadikan acuan untuk melakukan tindakan sesuai dengan keinginan. Pemimpin yang memiliki dorongan kompetitif tinggi sangat dimungkinkan untuk berhasil dalam membawa perubahan, sebaiknya mereka yang memiliki dorongan kompetitif rendah berpotensi untuk gagal dalam membawa perubahan. Dorongan kompetitif dapat berasal dari faktor intrinsik (dorongan dari dalam diri) maupun dorongan ekstrinsik ( dorongan dari luar diri) tersebut menjadi salah satu penentu berhasil tidaknya seorang pemimpin membawa perubahan organisasional.
Ketiga, life long learning menunjuk pada kemampuan pemimpin untuk mau dan mampu melakukan pembelajaran sepanjang hayat. Melalui pembelajaran tersebut pemimpin perubahan diharapkan dan termotivasi untuk mencari dan menemukan keinginan mencari tantangan baru, selain juga dapat dijadikan sebagai cerminan kejujuran atas berbagai kesuksesan dan kegagalan dirinya. Berpijak dari pengondisian seperti itu, pemimpin perubahan akan terus memperkaya bidang-bidang keilmuan yang relevan secara optimal dalam jangka panjang.


 
Keempat, abilities and skills menunjuk pada pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan yang relevan untuk membawa perubahan. Kedua aspek ini berasal dari personal history dan dikembangkan melalui pendidikan. Contohnya berupa kemampuan memahami perubahan, proses perubahan, manajemen resistances. Keterampilan yang dimaksuudkan antara lain kemampuan menggunakan seperangkat instrumen untuk melaksanakan manajemen perubahan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Jika seseorang memiliki personal history baik dalam dapat diduga ia juga memiliki kemampuan dan keterampilan yang baik. Kesemuanya itu dapat dijadikan bekal untuk membangun competitive capacity.
Kelima, competitive capasity menunjuk pada sejumlah kemampuan pemimpin perubahan ketika harus menghadapi lingkungan ekonomi secara kompetitif dan bergerak cepat. Suka atau tidak suka, lingkungan organisasional (terutama lingkungan ekonomi) sangat penuh dengan berbagai persaingan dan penggerakannyapun sangat cepat. Hal ini didukung oleh perkembangan IPTEK yang sudah mampu menembus semua lapisan kehidupan organisasi. Organisasi yang sudah siap akan lebih mudah mencari tahu berbagai keunggulan untuk dijadikan “senjata” dalam membangun keunggulan dalam jangka panjang. (Supriyanto, 2016)
Menurut Cavazotter (2013) dalam sbuah jurnal dijelaskan bahwa pemimpin perubahan lebih cenderung melaporkan identifikasi yang lebih kuat dengan atasan mereka dan memiliki efisiensi diri yang lebih baik ketika bekerja
Cavazotter said if “Transformational leadership is an approach that has had an immense impact on leadership as a field of inquiry . The results described above indicate that transformational leadership seems to be associated with increased levels of performance and helping behaviors in work context. Our research also observes that subordinates of individuals that are perceived as transformational leaders report stronger identification with their superiors and higher levels of self-efficacy regarding their work. In addition, we proposed and found preliminary evidence that these two mechanisms, identification and efficacy beliefs, can be routes through which transformational leaders are likely to promote follower contextual and task performance.”

BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Kepemimpinan perubahan dalam konteks ini menunjuk pada perilaku pemimpin dalam membawa perubahan organisasional. Kepemimpinan perubahan dapat ditinjau dari perspektif yang ada, yaitu kepemimpinan perubahan strategis, fundamental, cultural, dan hubungan. Peran sebagai pemimpin sangatlah luas untuk melakukan perubahan dengan melakukan kegiatan seperti mempengaruhi orang lain, mengembangkan kerjasama, danmelibatkan bawahan dalam mengambil keputusan. Strategi dan peran tersebut diarahkan untuk mencapai tujuan perubahan organisasi positif untuk jangka panjang. Ada juga penyakit kepemimpinan yang dapat mengancam perubahan seperti intimidasi pihak lain, gagal ciptakan arah, dan tidak mampu mengembangkan orang lain. Dengan begitu pemimpin perubahan perlu menyiapkan diri melalui berbagai pengalaman pembelajaran yang relevan seperti perubahan pola pikir, memberikan dorongan kompetitif, dan memiliki keterampilan
B.     Saran
Berdasarkan hasil pembahasan di atas, mengenai kepemimpinan perubahan maka penulis memberikan saran sebagi berikut :
1.      Pemimpin hendaknya tidak segan untuk memberikan pujian atas hasil kerja bawahan, serta senantiasa memberikan pengarahan kepada bawahan dalam mengerjakan suatu pekerjaan, dengan begitu bawahan akan merasa diperhatikan dan pada akhirnya akan memberikan kepuasan tersendiri bagi bawahan.
2.         Manajemen atau perusahaan hendaknya memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pemimpin untuk dapat menambah pengetahuan dan keahliannya melalui pendidikan dan pelatihan dalam rangka promosi atau kenaikan jabatan, untuk mengoptimalkan kinerjakepemimpinan.
3.        Pemimpin hendaknya lebih dapat berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan atau pekerjaan kelompok, sehingga pemimpin dapat menjadi contoh bagi karyawan, menjadi motivator yang selalu dapat memberikan semangat dan arahan kepada para karyawan dalam setiap pekerjaan yang dilaksanakan secara berkelompok sehingga bawahanpun akan merasa diperhatikan dan definisi leadership akan tercapai.
 
 

DAFTAR RUJUKAN
Ahmad. F, Abbas. F, Latif. S, Rasheed. A. 2014. Impact of Transformational Leadership on       Employee Motivation in Telecommunication Sector. Journal of Management Polices and         PractiesVol. 2 No. 2 (Online) (http://jmppnet.com)  Diakses pada 31 Oktoer 2018
Cavazotte. F, Moreno. V, Bernando. J. 2013.  Transformational Leaders and Work       Performance:   The Mediating Roles of Identification and Self-efficacy (Online) (http://www.anpad.org.br/bar)  Diakses pada 31 Oktober 2018
Husni, Karna. 2015. Manajemen Perubahan Sekolah. Bandung : CV. Pustaka Setia
Mirfani, Aceng Muhtaram . 2016. Manajemen Perubahan pada Satuan Pendidikan Dasar. Jurnal       Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.1 . (Online) (http://ejournal.upi.edu/index .php/       JAPSPs/article/view/5575/3785) Diakses tanggal 30 Oktober 2018
Suharsaputra, U. 2016. Kepemimpinan Inovasi Pendidikan (Mengembangkan Spirit        Entrepreneurship Menuju Learning School). Bandung: PT Refika Aditama.
Supriyanto, Achmad. 2016. Manajemen Perubahan. Malang: Universitas Negeri Malang
Sutikno, Sobry. M. 2014 . Pemimpindan Gaya Kepemimpinan, Edisi Pertama. Lombok: Holistica
Tjitra, Hora. 2013. Pemimpin dan Perubahan. Jakarta: PT Media Komputindo

Wukir.2013.Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi Sekolah. Jogjakarta: Multi Presindo.
Zahro. M, Sobri. A, Nurabadi. A. 2018 Kpemimpinan Perubahan Kepala Sekolah dalam             Peningkatan Mutu Pendidikan. Jurnal Administrasi Pendidikan Vol. 1 No. 3 (online)     (http://journal2.um.ac.id/index.ph./jamp/) diakses pada 31 Oktober 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INFORMATIF! PERBEDAAN FANTASI, INTELEGENSIA DAN PERASAAN

Fantasi Yang dimaksud dengan fantasi ialah kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan bayangan baru. Dengan kekuatan fantasi manusia dapat melepaskan diri dari keadaan yang dihadapinya dan menjangkau kedepan, ke keadaan-keadaan yang mendatang. Fantasi sebagai kemampuan jiwa manuia dapat terjadi: 1.       Secara disadari, yaitu apabila individu-individu betul-betul menyadari akan fantasiny. Misalnya seorang pelukis yang sedang menciptakan lukisan dengan kemampuan fantasinya, seorang pemahat yang sedang memahat arca dengan dasar daya fantasinya. 2.       Secara tidak disadari, yaitu apabila individu tidak sadar telah dituntun oleh fantasinya. Keadaan semacam ini banyak dijumpai pada anak-anak. Anak seting mengemukakan hal hal yang bersifat fantastis, sekalipun tidak ada niat atau maksud dari anak untuk berdusta. Misalnya seorang anak memberikan berita yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sekalipun...

REKOMENDASI FILM YANG COCOK DITONTON MAHASISWA SAAT DI KOS PART 1

Pasti bingung apa yang akan dilakukan diakhir pekan, apalagi sebagai mahasiswa yang merantau jauh dari rumah. Mau pulang ke kampung halaman, hemat uang. Mau keluar jalan, uang buat makan minggu depan. Mau pergi ke Mall, nggak punya temen. Yuk, simak kegiatan ini bisa dilakukan tanpa modal. Cukup siapkan WiFi kos yang lancar untuk streaming atau kalian bisa pergi ke Telkom untuk mendownload filmnya. Banyak pelajaran atau moral value yang akan dapat diambil di film ini. Selain itu bisa juga dijadikan ajang untuk olahraga air mata. Ini dia beberapa rekomendasi film yang dapat ditonton disela sela akhir pekan versi aku! 1. Miracle In Cell No. 7 (2013) Super rekomended untuk mengasah kepekaan hati kalian, apalagi yang jauh dari rumah. Selain itu film ini mendapatkan banyak reward dari korea. Ditetapkan dibanyak situs sebagai film tersedih sepanjang masa. Auto menangis, bukan kaleng kaleng lagi pastinya. Menceritakan seorang anak perempuan yang tinggal dengan ayahnya yang me...

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA: STRATEGI REKRUTMEN SUMBER DAYA MANUSIA AGAR LEBIH SELEKTIF DAN EFEKTIF

STRATEGI REKRUTMEN SUMBER DAYA MANUSIA AGAR LEBIH SELEKTIF DAN EFEKTIF STUDI KASUS SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL Idqa Nanda Ayu Okky Irwina Savitri Salsabilla Taftania E-mail: idqnnd2803@gmail.com , okkyirwinasvtr@gmail.com , salsabillataf@gmail.com Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang 65145 Abstract: This research has purpose to describtion the strategy of recruitment human resources, recruitment is the process of obtaining new human resources to fulfill positions within an organization or a particular agency.This research used qualitative approach with research type of case study research and supported by using literacy analysis. The results of this research are: techniques in the recruitment process of human resources, weaknesses and strengths of human resource recruitment techniques, all recruitment processes from the beginning to the process of receiving human resources at Bra...