Langsung ke konten utama

INFORMATIF! PERBEDAAN SARANA PRASARANA SEKOLAH DASAR DI INDONESIA DAN KOREA SELATAN


Perbedaan Standar Sarana Prasarana Sekolah Dasar di Indonesia dengan Korea Selatan

A.     Standar kriteria minimum sarana prasarana SD di Indonesia
Berdasarkan PP No.24 tahun 2007, beberapa kriteria minimum standar sarana dan prasarana yaitu sebagai berikut:
a. Lahan
Lahan tiap satuan pendidikan harus memenuhi ketentuan rasio luas lahan terhadap jumlah siswa. Lahan terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta memiliki akses untuk penyelamatan dalam keadaan darurat. Terhindar dari gangguan-gangguan berikut: pencemaran air, kebisingan, pencemaran udara. Serta lahan sesuai dengan peruntukan lokasi yang diatur dalam Peraturan daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota atau rencana lain yang lebih rinci dan mengikat, dan mendapat izin pemanfaatan tanah dari Pemerintah Daerah setempat.
b. Bangunan
Bangunan gedung untuk setiap satuan pendidikan memenuhi ketentuan rasio minimum luas lantai terhadap peserta didik seperti tercantum pada lampiran PP No 24 tahun 2007 dengan ketentuan tata bangunan yang terdiri dari: Koefisien dasar bangunan maksimum 30 %; Koefisien lantai bangunan dan ketinggian maksimum bangunan gedung yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah; Jarak bebas bangunan gedung yang meliputi garis sempadan bangunan gedung dengan as jalan, tepi sungai, tepi pantai, jalan kereta api, dan/atau jaringan tegangan tinggi, jarak antara bangunan gedung dengan batas-batas persil, dan jarak antara  jalan dan pagar halaman yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah. Bangunan gedung dilengkapi izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sedangkan Sebuah SD/MI minimal memiliki kelengkapan prasarana sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah ibtidaiyah yaitu
1. ruang kelas, minimal terdapat 6 ruang kelas untuk 6 rombongan belajar
2. ruang perpustakaan, Lebar  minimum ruang perpustakaan 5 m
3. laboratorium IPA,
4. ruang pimpinan,
5. ruang guru,
6. tempat beribadah,
7. ruang UKS,
8. jamban,
9. gudang,
10. ruang sirkulasi,
11. tempat bermain/berolahraga yang
berfungsi sebagai area bermain, berolahraga, pendidikan jasmani, upacara, dan kegiatan ekstrakurikuler.

B.     Standar sarana prasarana SD di Korea Selatan
Meliputi berbagai  sarana prasarana sebagai berikut :
1.      Ruang kelas dilengkapi komputer yang terhubung dengan sistem proyektor overhead atau layar datar LCD
2.      Ruang perpustakaan
3.      Ruang laboratorium
4.      Kolam renang (untuk pendidikan renang )
5.      Taman bermain
6.      Smart classroom
7.      Ruang Radio
8.      Ruang konferensi
9.      Ruang Kelas tambahan belajar
10.  Ruang ekstrakulikuler
11.  Ruang  buletin
12.  Ruang makan
13.  Ruang loker
14.  Auditorium serbaguna
15.  Kamar mandi
16.  Rak sepatu diawal masuk kelas/ ditempatkan di depan kelas
17.  Perabot sarana pengisi ruang meliputi alat praktek ada di kelas (atlas)
18.  Mini library dikelas
19.  Ruang kepala sekolah
20.  Ruang guru
21. Ruang loker/penyimpanan 
22. Gudang 
23. Ruang sirkulasI
24. Lapangan olahraga
  
C.     Analisis perbedaan standar sarana prasarana SD di Korea Selatan dan Indonesia
Perbedaan sarana prasarana di Indonesia sangan bertolak belakang dengan Korea Selatan, hal ini dikarenakan perbedaan standar sarana prasarana yang ada di negara tersebut. Korea Selatan pengembangan pendidikan berada pada wadah Dewan pendidikan yang diketuai oleh gubernur atau walikota dengan anggotanya sebanyak 5-6 orang, sehingga berjumlah 7 (tujuh) orang. Dewan Pendidikan inilah yang bertanggung jawab terhadap operasional pendidikan di Korea Selatan termasuk sarana prasarana , sehingga dewan/komite pendidikan diberikan kewenangan yang luas untuk menjabarkan berbagai kebijakan sesuai panduan yang telah dikeluarkan oleh kementrian pendidikan. Kondisi ini sangat berbeda dengan Indonesia, yang hingga saat ini desentralisasi pendidikan di Indonesia, belum mampu berjalan secara lancar, segala sesuatunya masih diatur dan tergantung dari pemerintahan pusat. Kepedulian pemerintahan daerah tdalam keikutsertaannya dalam  pendidikan masih relatif rendah sehingga apapun yang menyangkut pendidikan langsung berpatokan dengan pemerintah pusat..
Selain itu dari anggaran pendidikan Korea Selatan berasal dari anggaran Negara, dengan total anggaran 18,9% dari Anggaran Negara. Pada tahun 1995 ada kebijakan wajib belajar 9 tahun, sehingga porsi anggaran terbesar diperuntukan untuk ini, adapun sumber biaya pendidikan, bersumber dari GNP untuk pendidikan, pajak pendidikan, keuangan pendidikan daerah, dunia industri khusus bagi pendidikan kejuruan. Sedangkan di Indonesia dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 13/PUU-VI I 2008, pemerintah harus menyediakan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.

SEKIAN INFORMASI YANG TELAH DIPUBLISH SEMOGA BERMANFAAT, JANGAN LUPA TINGGALKAN KRITIK DAN SARAN. Terima Kasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INFORMATIF! PERBEDAAN FANTASI, INTELEGENSIA DAN PERASAAN

Fantasi Yang dimaksud dengan fantasi ialah kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan bayangan baru. Dengan kekuatan fantasi manusia dapat melepaskan diri dari keadaan yang dihadapinya dan menjangkau kedepan, ke keadaan-keadaan yang mendatang. Fantasi sebagai kemampuan jiwa manuia dapat terjadi: 1.       Secara disadari, yaitu apabila individu-individu betul-betul menyadari akan fantasiny. Misalnya seorang pelukis yang sedang menciptakan lukisan dengan kemampuan fantasinya, seorang pemahat yang sedang memahat arca dengan dasar daya fantasinya. 2.       Secara tidak disadari, yaitu apabila individu tidak sadar telah dituntun oleh fantasinya. Keadaan semacam ini banyak dijumpai pada anak-anak. Anak seting mengemukakan hal hal yang bersifat fantastis, sekalipun tidak ada niat atau maksud dari anak untuk berdusta. Misalnya seorang anak memberikan berita yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sekalipun...

REKOMENDASI FILM YANG COCOK DITONTON MAHASISWA SAAT DI KOS PART 1

Pasti bingung apa yang akan dilakukan diakhir pekan, apalagi sebagai mahasiswa yang merantau jauh dari rumah. Mau pulang ke kampung halaman, hemat uang. Mau keluar jalan, uang buat makan minggu depan. Mau pergi ke Mall, nggak punya temen. Yuk, simak kegiatan ini bisa dilakukan tanpa modal. Cukup siapkan WiFi kos yang lancar untuk streaming atau kalian bisa pergi ke Telkom untuk mendownload filmnya. Banyak pelajaran atau moral value yang akan dapat diambil di film ini. Selain itu bisa juga dijadikan ajang untuk olahraga air mata. Ini dia beberapa rekomendasi film yang dapat ditonton disela sela akhir pekan versi aku! 1. Miracle In Cell No. 7 (2013) Super rekomended untuk mengasah kepekaan hati kalian, apalagi yang jauh dari rumah. Selain itu film ini mendapatkan banyak reward dari korea. Ditetapkan dibanyak situs sebagai film tersedih sepanjang masa. Auto menangis, bukan kaleng kaleng lagi pastinya. Menceritakan seorang anak perempuan yang tinggal dengan ayahnya yang me...

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA: STRATEGI REKRUTMEN SUMBER DAYA MANUSIA AGAR LEBIH SELEKTIF DAN EFEKTIF

STRATEGI REKRUTMEN SUMBER DAYA MANUSIA AGAR LEBIH SELEKTIF DAN EFEKTIF STUDI KASUS SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL Idqa Nanda Ayu Okky Irwina Savitri Salsabilla Taftania E-mail: idqnnd2803@gmail.com , okkyirwinasvtr@gmail.com , salsabillataf@gmail.com Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang 65145 Abstract: This research has purpose to describtion the strategy of recruitment human resources, recruitment is the process of obtaining new human resources to fulfill positions within an organization or a particular agency.This research used qualitative approach with research type of case study research and supported by using literacy analysis. The results of this research are: techniques in the recruitment process of human resources, weaknesses and strengths of human resource recruitment techniques, all recruitment processes from the beginning to the process of receiving human resources at Bra...