PERAN
PSIKOLOGI DALAM PERKEMBANGAN BAKAT DAN MINAT
Firman
Budi Santoso
Idqa
Nanda Ayu
Rizky
Fitra Sanjaya
Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Malang Jl. Semarang No.5 Malang 65145
ABSTRAK:
Setiap
individu hendaknya mendapat kesempatan dan pelayanan untuk berkembang secara
optimal sesuai dengan kemampuan, kecerdasan, bakat, minatnya, latar belakang
dan lingkungan fisik. Setiap individu dipercaya memiliki bakat sendiri-sendiri.
Namun bakat setiap individu tidak bisa langsung terlihat begitu saja. Karenanya
banyak faktor-faktor yang mendukung bakat setiap individu akan mudah terarah. Sukses bertumpu pada dua hal yaitu
kemampuan dan kemauan. Sukses belajar misalnya sangat tergantung pada
ketrampilan belajar yang dimiliki dan
seberapa kuat ia mau menggunakannya. Tingkat kemauan (motivasi) orang
berbeda-beda. Motivasi memang berhubungan upaya memenuhi kebutuhan. Makin besar
kebutuhan makin besar pula dorongan dalam diri seseorang untuk mau melakukan
sesuatu. Karena itu peran motivasi untuk menunjang keberhasilan sangat penting.
Kata
kunci : peran psikologi, minat bakat, motivasi
Pada dasarnya masing-masing individu mempunyai bakat
yang berbeda-beda. Belajar ataupun bekerja pada bidang yang diminati, terlebih
lagi didukung dengan bakat serta talenta yang sesuai, akan membawa gairah dan
memberi kenikmatan dalam mempelajari atau menjalaninya. Mengembangkan minat dan
bakat bertujuan agar seseorang belajar atau dikemudian hari bisa bekerja
dibidang yang diminatinya dan sesuai minat dan bakat yang dimilikinya sehingga
mereka bisa mengembangkan kapabilitas untuk belajar serta bekerja secara
optimal dengan penuh antusias.Dalam pengembangan bakat dan minat, seseorang
membutuhkan peran dari psikologi untuk memaksimalkan potensi dari bakat dan
minat orang tersebut.
Hasil Telaah
Bakat atau aptitude merupakan
kecakapan potensial yang bersifat khusus, yaitu khusus dalam sesuatu bidang
atau kemampuan tertentu. Seseorang lebih berbakat dalam bidang bahasa sedang
yang lain dalam matematika, yang lain lagi lebih menunjukkan bakatnya dalam
sejarah, dan sebagainya.
Bakat adalah kemampuan dasar seseorang untuk belajar
dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain, namun hasilnya justru
lebih baik. Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan
sejak lahir yang dengan latihan-latihan tertentu akan memperoleh berbagai macam
pengetahuan dan keterampilan khusus. Contoh seorang yang berbakat melukis akan
lebih cepat mengerjakan pekerjaan lukisanya dibandingkan seseorang yang kurang
berbakat.
Minat secara bahasa diartikan dengan kesukaan,
kecenderungan hati terhadap suatu keinginan. Sedangkan arti minat menurut
istilah diartikan oleh sebagian tokoh sebagai berikut : Menurut Slamito, minat adalah suatu
perasaan cenderung lebih cenderung atau suka kepada sesuatu hak atau aktifitas
tanpa ada yang menyuruh.
Minat selama ini hanya dikenal
dengan sebuah keinginan yang dimiliki oleh seseorang, sehingga antara satu
dengan yang lain mempunyai perbedaan dalam keinginannya. Terlepas dari anggapan
tersebut, minat siswa belajar merupakan bagian penting yang perlu dikaji dalam
sebuah lembaga/ sekolah, karena tidak ada sekolah tanpa proses pembelajaran,
sehingga minat siswa belajar adalah kunci tercapainya visi dan misi sekolah.
Minat yang muncul dalam pikologis
siswa merupakan sebuah gejala, sehingga munculnya minat tersebut dipengaruhi
oleh beberapa factor yang menjadi penyebabnya. Faktor tersebut diantaraya; (a).
Faktor Individu dan (b). Faktor Sosial.
1.
Faktor individu
Merupakan pengaruh yang muncul dalam
diri siswa secara alami, misalnya diakibatkan karena ; kematangan, kecerdasan,
latihan, motivasi dan sifat pribadi. Setiap individu mempunyai tingkat
kematangan serta kecerdasan yang berbeda sehingga minat yang muncul juga tidak
sama antara individu satu dengan yang lain. Misalnya, seseorang yang mempunyai
kecerdasan dibidang mata pelajaran ekonomi maka akan cenderung melakukan
aktifitas dibidang kerja atau koperasi. Sebaliknya sesorang yang mempunyai
kecerdasan dibidang perikanan maka akan cenderung melakukan aktivitas di
sawah/tambak.
2.
Faktor sosial
Merupakan pengaruh yang muncul
diluar individu, misalnya diakibatkan karena kondisi keluarga, lingkungan,
pendidikan dan motivasi sosial. Minat yang dipengaruhi oleh faktor sosial
misalnya; ketika siswa hidup dalam masyarakat yang kesehariannya bersentuhan
dengan padi (mayoritar petani padi), maka siswa cenderung ingin tahu dan
mengenal kegiatan tersebut karena merasa menjadi bagian darinya, sebaliknya
jika kesehariannya bersentuhan dengan ikan (mayoritar pekerja tambak), maka
siswa cenderung ingin tahu dan mengenal lebih dalam mengenai perikanan.
Bakat dan minat dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang
dikelompok menjadi faktor internal dan faktor eksternal.
1.
Faktor Intern
a.
Faktor Bawaan (Genetik)
Faktor ini merupakan faktor yang mendukung
perkembangan individu dalam minat dan bakat sebagai totalitas karakteristik
individu yang diwariskan orang tuakepada anak dalam segala potensi melalui
fisik maupun psikis yang dimiliki individu sebagai pewarisan dari orang tuanya.
b.
Faktor kepribadian
Faktor kepribadian yaitu keadaan psikologis dimana
perkembangan potensi anak tergantung pada diri dan emosi anak itu sendiri.
2.
Faktor Ekstern
a.
Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga merupakan tempat latihan atau
belajar dan tempat anak memperoleh pengalaman, karena keluarga merupakan
lingkungan pertama dan paling penting bagi anak.
b.
Lingkungan sekolah
Suatu lingkungan yang dapat mempengaruhi proses
belajar mengajar kondusif yang bersifat formal. Lingkungan ini sangat
berpengaruh bagi pengembangan minat dan bakat karena di lingkungan ini minat
dan bakat anak dikembangkan secara intensif.
c.
Lingkungan sosial
Suatu lingkungan yang berhubungan dengan kehidupan
masyarakat. Di lingkungan ini anak akan mengaktualisasikan minat dan bakatnya
kepada masyarakat.
Faktor-faktor tersebut akan membantu seseorang, jika
dilakukan dengan cara-cara yang benar dalam pengembangan bakat dan minatnya. Potensi
dalam pengembangaan bakat dan minat dapatdilakukan dengan cara:
1.
Perlu Keberanian
Keberanian membuat kita mampu menghadapi tantangan
atau hambatan, baik yang bersifat fisik dan psikis maupun kendala-kendala
sosial atau yang lainnya. Keberanian akan memampukan kita melihat jalan keluar
berhadapan dengan berbagai kendala yang ada, dan bukan sebaliknya, membuat kita
takut dan melarikan diri secara tidak bertanggung jawab.
2.
Perlu didukung Latihan
Latihan adalah kunci dari keberhasilan. Latihan disini
bukan saja dari segi kuantitasnya tetapi juga dari segi motivasi yang
menggerakkan setiap usaha yang kelihatan secara fisik.
3.
Perlu didukung Lingkungan
Lingkungan disini tentu dalam arti yang sangat luas,
termasuk manusia, fasilitas, biaya dan kondisi sosial lainnya., yang turut
berperan dalam usaha pengembangan bakat dan minat.
4.
Perlu memahami hambatan-hambatan pengembangan bakat
dan cara mengatasinya.
Seseorang yang akan mengembangkan bakat dan minatnya,
haruslah memiliki psikis yang kuat. Psikis seseorang diatur oleh diri seseorang
itu sendiri, meskipun bisa dimunculkan akibat faktor dari luar namun yang
mendominasi tetaplah dari dalam diri orang tersebut. oleh karena itu, seseorang
harus bisa memotivasi dirinya sendiri agar potensi yang dimiliki keluar dengan
sendirinya.
Motivasi berasal dari kata motif yang berarti dorongan
atau alasan. Istilah dalam pengertian motivasi berasal dari perkataan bahasa
inggris yakni motivation. Motif merupakan tenaga pendorong yang mendorong
manusia untuk bertindak atau suatu tenaga di dalam diri manusia, yang
menyebabkan manusia bertindak atau melakukan sesuatu. Motivasi merupakan tenaga
pendorong yang mendorong manusia untuk bertindak atau melakukan sesuatu.
Pengaruh motivasi terhadap seseorang tergantung seberapa besar motivasi itu
mampu membangkitkan motivasi seseorang untuk bertingkat laku. Dengan motivasi
yang besar, maka seseorang akan melakukan sesuatu pekerjaan dengan lebih
memusatkan pada tujuan dan akan lebih intensif pada proses pengerjaannya.
Seperti yang kita ketahui bahwa motivasi memiliki
banyak kegunaan/fungsi yang bisa berpengaruh terhadap seseorang, fungsi-fungsi
dari motivas tersebut adalah
1.
Sebagai pendorong untuk berbuat sesuatu dari setiap aktifitas yang dilakukan.
2.
Penentu arah perbuatan yakni kearah tujuan yang ingin dicapai.
3.
Menyeleksi perbuatan.
4.
Pendorong usaha untuk mencapai prestasi.
5.
Motivasi adalah sesuatu yang paling mendasar yang
harus ada dalam proses belajar karena hasil belajar akan optimal bila ada
motivasi.
6.
Motivasi selalu bertalian dengan suatu tujuan.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi motivasi
Faktor
internal (faktor yang berasal dari dalam diri individu)
1. Persepsi individu
mengenai diri sendiri
Seseorang
termotivasi atau tidak untuk melakukan sesuatu banyak tergantung pada proses
kognitif berupa persepsi. Persepsi seseorang tentang dirinya sendiri akan
mendorong dan mengarahkan perilaku seseorang untuk bertindak.
2. Harga diri dan
prestasi
Harga diri dan prestasi mendorongatau mengarahkan
individu (memotivasi) untuk berusaha agar menjadi pribadi yang mandiri, kuat,
dan memperoleh kebebasan serta mendapatkan status tertentu dalam lingkungan
masyarakat, setra dapat mendorong individu untuk berprestasi.
3. Harapan;
Harapan ini
merupakan informasi objektif dari lingkungan yang mempengaruhi sikap dan
perasaan subjektif seseorang. Harapan merupakan tujuan dari perilaku.
4. Kebutuhan
Manusia dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjadikan
dirinya sendiri yang berfungsi secara penuh, sehingga mampu meraih potensinya
secara total. Kebutuhan akan mendorong dan mengarahkan seseorang untuk mencari
atau menghindari, mengarahkan dan memberi respon terhadap tekanan yang
dialaminya.
Daftar Rujukan
Sukmadinata, N. S. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan . Bandung:
Remaja Rosdakarya
Zalyana. 2010. Psikologi Pembelajaran Bahasa Arab .Pekanbaru:
Al-Mujtahadah Press
Atosokhi Gea, Antonius. Dkk. 2003. Relasi dengan Diri Sendiri. Jakarta :
Gramedia.
Hadiyanto, Purnomo, Mulyaningtyas. Dkk. 2006. Bimbingan
dan Konseling SMA. Jakarta : Esis
.
Komentar
Posting Komentar