MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA: PENGARUH PENEMPATAN POSISI KERJA TERHADAP HASIL KINERJA TENAGA KEPENDIDIKAN
PENGARUH
PENEMPATAN POSISI KERJA TERHADAP HASIL KINERJA TENAGA KEPENDIDIKAN STUDI KASUS
SMA NEGERI 1 KEDIRI
Idqa Nanda Ayu
Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas
Negeri Malang Jl. Semarang No.5 Malang 65145
E-mail: idqnnd2803@gmail.com
Abstrak: Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui seberapa berpengaruh penempatan posisi pegawai
terhadap hasil kinerja tenaga kependidikan. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara. Hasil dari penelitian
ini menunjukkan dalam melakukan penempatan sumber daya
manusia didasarkan pada kemampuan dan kebutuhan di SMA Negeri 1 Kediri. Serta bertujuan
untuk memberikan peluang yang sama pada setiap tenaga kependidikan untuk berkembang,
dan juga agar mampu mengasah kreativitas dan kemampuan dari setiap tenaga
kependidikan dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.
Kata Kunci: penempatan, tenaga kependidikan, hasil kinerja,
Lembaga atau instansi
selalu mempunyai berbagai tujuan yang hendak dicapai. Untuk mencapai tujuan lembaga atau instansi
salah satunya memerlukan sumber
daya manusia. Sedangkan untuk dapat
memperoleh sumber daya
manusia yang berkualitas maka sumber daya manusia yanga ada atau yang baru
harus dikelola dan dilatih
dengan baik dan benar. Sehingga dengan
pengelolahan, dapat
menghasilkan sumber daya manusia yang efektif,
efisien, dan akan memiliki prestasi kerja yang
baik sehingga dapat mendukung lembatjga atau
instansi
dalam mencapai tujuan. Tanpa adanya pemeliharaan dan pengelolaan tenaga kerja,
tujuan-tujuan instansi dan lembaga
akan terhambat.
Sumber
daya yang penting dari suatu lembaga atau
instansi adalah pekerjanya. Pekerja merupakan
sumber daya yang siap digunakan. Sumber
daya manusia merupakan faktor utama dan berperan yang besar dalam sebuah lembaga atau instansi. Setiap lembaga atau instansi dituntut
untuk mengelola sumber daya manusia yang ada, termasuk tenaga kependidikan.
Definisi tenaga kependidikan
dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 pasal 1
ayat (5) menjelaskan bahwa tenaga
kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk
menunjang penyelenggaraan pendidikan.
Dalam pendidikan tenaga kependidikan merupakan sumber daya manusai yang
memiliki potensi dan peran dalam mewujudkan tujuan pendidikan.
Dalam mengefisienkan sumber daya manusia perlu
dilaksanakan penempatan posisi kerja yang sesuai dengan kemampuan, keterampilan
dan latar belakang pegawai atau karyawan seuah instansi atau lembaga
pendidiakan. Definisi penempatan karyawan ialah pencocokan
atau membandingkan kualifikasi yang dimiliki dengan persyaratan pekerjaan, dan
sekaligus memberikan tugas, pekerjaan kepada calon karyawan atau pegawai lama untuk
dilaksanakan (Ardana, 2012:18). Jadi dapat
disimpulkan bahwa penempatan tenaga kependidikan
adalah kebijaksanaan atasan memposisikan pegawai pada pekerjaan yang
didasarkaan pada kompetensi yang dimiliki pegawai
Proses
penempatan yang tepat,
tidak cukup untuk menunjang kinerja karyawan, melainkan membutuhkan pengalaman
untuk menunjang pekerjaan tersebut. Karyawan dengan pengalaman kerja akan lebih
mudah melaksanakan pekerjaan, dibandingkan dengan karyawan lama dan baru
tidaklah bisa disamakan.
(Soetjipto,2007:162)
Tujuan dilaksanakannya penempatan posisi pegawai didalam suatu instansi
atau lembaga untuk membantu tenaga kependidikan mengasah potensi yang dimiliki,
melatih kemampuan tenaga kependidikan dimanapun ia ditempatkan, serta melatih
rasa tanggung jawab serta kreativitas. Perpindahan posisi tenaga kependidikan
diatur oleh kepala tata usaha dengan persetujuan kepala sekolah dengan
mempertimbangkan berbagai kompetensi serta latar belakang.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif. mengenai pengaruh
penempatan kerja terhadap hasil kinerja tenaga kependidikan.
Penelitian
kualitatif adalah prosedur penelitian dengan hasil akhir berupa teks atau
referensi berdasarkan data yang riil di lapangan.
Menurut Mantja (2008:33) metodologi penelitian
kualitatif adalah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif
yang berbentuk tulisan tentang orang atau kata-kata perilakunya yang nampak
atau kelihatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode penelitian
kualitatif adalah prosedur pengamatan terhadap sesuatu yang nampak dan jelas
yang diintegrasikan dengan paham peneliti sebagai instrumennya. Subyek
penelitian ini adalah tenaga kependidikan
yang merupakan pelaksana dari kegiatan tersebut. Sedangkan objek penelitian ini
dilaksanakan di Sub Bagian Tata Usaha SMA
Negeri 1 Kediri.
Metode
Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam ialah dengan
menggunakan teknik observasi dan wawancara.metode tersebut ialah sebagai
berikut:
1. Observasi diperlukan sebagai sarana
memperoleh gambaran atau data secara umum tentang sekolah, ataupun informasi
dasar tentang sekolah dalam penempatan tenaga kependidikan Hasil dari data
yang dikumpulkan melalui penelitian ini, didasarkan pada kehadiran peneliti
sebagai instrumen pengumpul data. Peneliti harus ke lapangan untuk mendapatkan
data yang valid. Dan faktor kehadiran peneliti juga tidak akan mengurangi
kredibilitas, sehingga peneliti dapat mempertanggungjawabkan kebenaran data
yang diperoleh..
2.
Wawancara merupakan langakah utama dalam mengumpulkan data
pada artikel ini. Catatan data lapangan yang diperoleh berupa hasil wawancara
yang telah diolah menjadi data tertulis yang dilakukan peneliti dengan salah
satu tenaga
kependidikan yang
telah berpengalaman dan mengalami perpindahan posisi sebanyak dua kali di SMA Negeri 1 Kediri. Selain itu, narasumber juga memaparkan kelemahan dan
kelebihan dari penempatan posisi tenaga kependidikan yang dapat diulas sebagai pembahasan
dalam artikel ini.
HASIL
Proses
penempatan posisi tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Kediri dilakukan dengan
menganalisis kebutuhan tenaga pembantu di bagian tata usaha, perpustakaan,
koperasi dan UKS sekolah. Kepala tata usaha melakukan peninjauan setiap bagian
yang dinilainya mengalami penurunan kualitas kinerja. Karena apabila dalam
suatu bagian sekolah misalnya pelayanan perpustakaan yang diberikan kurang
maksimal ini akan sangat berpengaruh kepada intensitas pengunjung perpustakaan.
Selain itu tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Kediri, dilatih untuk dapat
ditempatkan disemua bagian sekolah termasuk usaha kesehatan sekolah (UKS)
membantu dokter jaga yang ada disana. Selain kedua tempat tersebut, tenaga
kependidikan juga di rolling untuk ditempatkan di koperasi serta di tata usaha itu sendiri.
Tingkat kinerja tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Kediri tergolong dalam
kategori yang sangat baik, hal tersebut berdasarkan tingkat kehadiran tenaga
kependidikan dan kepuasan konsumen pendidikan. Selain itu data menunjukkan
dengan adanya penempatan yang acak hal ini membuat tenaga kependidikan memiliki
skill baru dan semakin terampil dalam melakukan tugas kependidikan. Kinerja tenaga kependidikan semakin berkembang
dengan ditunjang workshop
rutin yang diselenggarakan dinas
pendidikan kota. Pembinaan juga diupayakan untuk melatih mutu kerja dan
pengembangan profesi selain itu berguna pula untuk membantu pertumbuhan ilmu
serta wawasan berpikir dan sikap dalam melaksanakan tugas.
Pengaruh penempatan posisi dengan kinerja tenaga kependidikan menunjukkan
pengaruh tidak langsung berupa semakin baik proses penempatan yang sesuai skill
yang mereka miliki maka kinerja karyawan semakin tinggi yang ditunang dengan
kepuasan kerja tenaga kependidikan. Penempatan yang tepat dan didukung dengan
pengalaman kerja yang tepat meningkatkan motivasi kerja yang tinggi dari tenaga
kependidikan. Ditingjau dari kedatangan dan semangat bekerja ketika berada
disekolah. Tingkah laku menjadi indikator utama untuk mengetahui kepuasan
tenaga kependidikan saat ditempatkan.
Tenaga kependidikan yang merasa
ditempatkan diposisi yang salah, tingkah lakunya cenderung tidak aktif dan
kurang bergairah dalam bekerja, berbeda dengan tenga kpendidikan yang merasa
ditempatkan ditempat yang benar. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan
seiring berjalanya waktu tenaga kependidikan tersebut merasa puas akan
penempatannya karena sudah mampu beradaptasi dengan baik.
PEMBAHASAN
Penempatan tenaga
kependidikan merupakan upaya penyelarasan kualifikasi yang dimiliki tenaga kependidikan dengan persyaratan pekerjaan, dan
sekaligus memberikan tugas, pekerjaan untuk dilaksanakan. Penempatan ini perlu berpedoman pada spesifikasi
dan deskripsi pekerjaan yang telah ditentukan serta berpedoman kepada
prinsip “tempatkanlah
orang-orang yang tepat pada tempat yang tepat dan tempatkanlah orang
yang tepat untuk jabatan yang tepat” karena dengan
penempatan yang tepat, antusias kerja,
dan mental kerja akan mencapai hasil yang optimal.
Penempatan posisi tenaga kependidikan diadakan acak selama 1 tahun sekali, dengan
kebijakan baru-baru ini. Karena dirasa dapat mengoptimalkan kemampuan tenaga
kependidikan agar tidak hanya mampu di satu bidang. Seperti yang dikemukakan
oleh Sedarmayanti (2009:56) penempatan pegawai dipusatkan pada
pengembangan pegawai yang ada, mereka harus memelihara
keseimbangan antara perhatian organisasi terhadap efesiensi (kesesuaian optimal antara skill dan tuntutan)
dengan keadilan (mempersepsi bahwa kegiatan tersebut adalah adil, sah dan memberikan kesempatan merata).
Jadi dapat disimpulkan dari pendapat diatas bahwa sebuah
intansi atau lembaga
harus mampu menentukan
sumber daya manusia yang berkompeten untuk mengisi
jabatan yang kosong dengan adil dan
penuh perhitungan agar dapat memenuhi tugas pada jabatan tersebut dan dilaksanakan dengan baik dan
optimal. Serta memberikan kesempatan kepada setiap tenaga kerja merasakan
bagaimana melakukan pekerjaan di bidang yang bukan bagiannya.
Proses
penempatan yang tepat tidak cukup untuk menunjang kinerja karyawan, melainkan
membutuhkan pengalaman
untuk menunjang pekerjaan tersebut. Karyawan yang memiliki pengalaman tinggi
dapat menumbuhkan
kerja sama dalam proses pembelajaran dimana dengan hal tersebut dapat
mempengaruhi kinerja dari
karyawan. Karyawan dengan pengalaman kualitas rendah, cenderung tidak puas
dengan pekerjaan mereka, kurang
berkomitmen untuk organisasi dan lebih merenungkan meninggalkan organisasi.
Sebagai
seorang karyawan
yang dibekali banyak pengalaman akan memungkinkan karyawan untuk mewujudkan
kinerja yang memuaskan dan sebaliknya bila tidak cukup
berpengalaman di dalam menjalankan
tugasnya seseorang kemungkinan akan mengalami kegagalan. (Samsudin,
2006:33) Jadi dapat disimpulkan bahwa pengalaman
dalam pekerjaan akan
dapat meningkatkan
kinerja seseorang
apabila semakin banyak
pengalaman bekerja yang diperoleh
oleh orang yang bersangkutan serta banyaknya variasi pekerjaan yang telah dijalankan.
Tingkat kinerja tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Kediri tergolong dalam
kategori yang sangat baik, dengan menunjukkan inegritas yang tinggi dalam
menjalankan pekerjaan sesuai dengan pendapat Mangkunegara (2015:67) bahwa terdapat faktor yang
mempengaruhi kinerja pegawai faktor individu secara psikologis, yaitu individu
yang mempunyai integritas yang tinggi antara fungsi psikis (rohani) dan
fisiknya (jasmani). Apabila integritasnya tinggi, maka individu tersebut akan
dapat lebih mudah dalam berkonsentrasi untuk melaksanakan tugasnya dengan baik
dan maksimal.
Pengaruh
pemberian motivasi juga menjadi pendorong utama kinerja tenaga pelatihan serta
adanya kegiatan workshop
rutin yang dapat mengasah keterampilan
serta wawasan berfikir juga menjadi motivasi dalam menjalankan pekerjaan. Tenaga
kependidikan di SMA Negeri 1 Kediri mengasilkan pekerjaan dengan teliti dan rai
sesaui bidang dimana mereka ditempatkan. Mereka berusaha berlatih secara
mandiri maupun melalui pelatihan yang telah diberikan sekolah. Sehingga dapat
menyelesaikan pekerjaan sesuai beban kerja yang ditentukan
hal tersebut
berdasarkan tingkat kehadiran tenaga kependidikan dan kepuasan konsumen
pendidikan. Selain itu data menunjukkan dengan adanya penempatan yang acak hal
ini membuat tenaga kependidikan memiliki skill baru dan
semakin terampil dalam melakukan tugas kependidikan.
Kinerja tenaga kependidikan semakin berkembang dengan ditunjang workshop rutin yang diselenggarakan dinas pendidikan kota. Pembinaan juga diupayakan
untuk melatih mutu kerja dan pengembangan profesi selain itu berguna pula untuk
membantu pertumbuhan ilmu serta wawasan berpikir dan sikap dalam melaksanakan pekerjaan.
Tujuan dari memanajemen sumber daya manusia ialah agar mampu mempertahankan partisipasi tenaga kerja
terhadap lembaga atau instansi dengan berupaya menekan kelemahan sumber daya
manusia dengan cara memberikan pelatihan, workshop
serta menguji kreativitas agar
tenaga kependidikan menemukan ide-ide baru dalam pengembangkan sekolah.
Pemindahan atau penempatan posisi harus didasarkan analisis jabatan yang
dilakukan kepala tata usaha dalam melakukan penempatan tenaga kependidikan.
Penempatan adalah sarana untuk merangsang agar tenaga kependidikan lebih
termotivasi dalam bekerja,
disiplin tinggi, dan memperbesar produktivitas kerja.
Apabila dalam penempatan tersebut pegawai dapat bekerja
dengan optimal maka promosi adalah bentuk penghargaannya, berupa kenaikan jabatan
yang ditunjang dengan insentif
yang lebih besar, oleh karena itu karyawan yang mengalami promosi akan lebih
bergairah dalam bekerja dan meningkatkan rasa tanggung jawabnya. Tenaga kependidikan yang merasa
ditempatkan diposisi yang salah, tingkah lakunya cenderung tidak aktif dan
kurang bergairah dalam bekerja, berbeda dengan tenga kpendidikan yang merasa
ditempatkan ditempat yang benar. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan
seiring berjalanya waktu tenaga kependidikan tersebut merasa puas akan
penempatannya karena sudah mampu beradaptasi dengan baik.
Sesuai pendapat Hasibuan (2016:94) faktor- faktor
pengaruh kinerja adalah prestasi kerja merupakan gabungan dari ketiga faktor
penting, yaitu yang pertama kemampuan minat seseorang pekerja, kedua kemampuan
dan penerimaan atas penjelasan delegasi tugas, serta yang terakhir peran dan
tingkat motivasi seorang pekerja.Untuk
meningkatkan motivasi
kerja pegawai dengan berbagai hal misalnya menciptakan
keseimbangan antara tenaga kerja dengan komposisi pekerjaan atau jabatan,
memperluas atau menambah pengetahuan pegawai
dengan study banding ke bagian tata usaha sekolah lain,
menghilangkan rasa bosan/ jemu terhadap pekerjaannya, untuk memberikan
perangsang agar karyawan mau berupaya meningkatkan karir yang lebih tinggi,
menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi fisik pegawai, mengatasi perselisihan
antara sesama pegawai, mengusahakan pelaksanaan prinsip orang tepat pada tempat
yang tepat.
KESIMPULAN
Pengaruh penempatan kinerja terhadap karyawan ini dapat
disimpulkan memiliki pengaruh positif dan negatif. Pengaruh positif dari
penempatan posisi ini ialah karyawan akan memiliki skill baru yang ia pelajari diposisi dimana ia ditempatkan.. Posisi
yang tidak sesuai dengan apa yang skill
nya miliki namun ia dituntut untuk beradaptasi dengan hal baru tersebut. Semakin
banyak pengalaman kerja yang ia peroleh maka semakin memuaskan hasil kinerja
individu tersebut dalam melakuakan pekerjaan Selanjutnya pengaruh positif yakni
adanya kompensasi serta kenaikan jabatan apabila mampu menyelesaiakan pekerjaan
sesaui beban kerja dan penempatan yang telah diberikan.
Sebelum dilakasankan pemindahan atau penempatan posisi sebagai
seorang karyawan perlu yang dibekali banyak pengalaman sehingga akan memungkinkan karyawan untuk
mewujudkan kinerja yang memuaskan dan sebaliknya bila tidak cukup
berpengalaman di dalam menjalankan
tugasnya seseorang kemungkinan akan mengalami kegagalan.
SARAN
Saran yang diberikan penulis adalah dalam melakukan
penempatan tenaga kependidikan haruskalh disesuaikan dengan kompetensi yang
dmiliki tenaga kependidikan tersebut. Perlunya dilaksanakan analsis pekerjaan
sebelum melakukan penempatan. Karena penempatan dilakukan dalam waktu yang
lama, apabila tenaga kependidikan yang ditempatkan tidak kompeten maka akan
berpengaruh dalam pelaksanaan kegiatan
sekolah.
Dalam hal lain haruslah dilakuakn
pelatihan kecakapan dan juga penilaian individu sebelum sesorang ditempatkan.
Karena kesepajatan sepihak dari sekolah dalam melakukan penempatan dapat
mempengaruhi motivasi tenaga kependidikan sehingga berdampak ketidak optimalan
dalam melakukan pekerjaan.
DAFTAR PUSTAKA
Ardana,
Komang, Ni Wayan Mujiati, dan I Wayan Mudiartha Utama. 2012. Manajemen
Sumber Daya Manusia. Cetakan Pertama: Graha Ilmu.
Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun
2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas
Mangkunegara,
A.P. 2015. Evaluasi Kinerja SDM (Redaksi Refika, Ed). Bandung: PT Refika
Aditama.
Mantja, W. 2008. Etnografi: Desain Penelitian Kualitatif
Pendidikan dan Manajemen
Pendidikan. Malang: Indo Press.
Muniroh, Jauharotul. 2017. Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan di
Madarasah Aliyah Negeri Kota
Yogyakarta. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan. Online. https://journal.uny.ac.id/index.php/jamp/article/view/8050/9796 5(2): 161-173 diakses pada 22 April 2019
Samsudin, S. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia.
Bandung: Pustaka Setia.
Sedarmayanti. 2007.
Manajemen Sumber Daya Manusia.
Bandung: PT. Refika Aditama.
Soetjipto. 2007.
Pengaruh Faktor Pendidikan, Pelatihan, Motivasi, dan Pengalaman Kerja terhadap Kinerja
Kepala Desa. Studi pada Kepala Desa di Kecamatan Pakis dan Tumpang Malang. Jurnal Aplikasi Manajemen,5 (1):
h:159-164.
Wijaya, I. M. G. W dan Suana, I. W. 2013. Pengaruh
Penempatan Dan Pengalaman Terhadap
Kepuasan
dan Kinerja Karyawan. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana.
Online http://ojs.unud.ac.id/index.php/manaje,em/article/view/5777 2 (10): 1311-1332 diakses pada 26 Maret 2019
Komentar
Posting Komentar