MANAJEMEN
HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT
Disusun untuk memenuhi
Matakuliah Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan
Yang dibina oleh Bapak Dr. H.
Juharyanto, M.M, M.Pd
Disusun oleh: Kelompok 10
Anggota
Kelompok:
·
Dehfi Yuhwaningsih (170131601087)
·
Idqa Nanda Ayu (170131601047)
·
Nur Aida Indah E. (170131601060)
UNIVERSITAS
NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI
PENDIDIKAN
2017
DAFTAR
ISI
HALAMAN
SAMPUL i
DAFTAR
ISI ii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang 1
B. Rumusan
Masalah 2
C. Tujuan
Pembahasan 2
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Hubungan Masyarakat 3
B.
Pengertian Manajemen Hubungan Sekolah
Dengan Masyaraka 3
C.
Hakikat dan Ciri-Ciri Hubungan Sekolah
dengan Masyarakat 4
D.
Tujuan dan Fungsi Humas Dengan
Masyarakat 5
E.
Prinsip-Prinsip Peningkatan Partisipasi
Masyarakat 6
F.
Keterkaitan Masyarakat Dengan Lembaga
Pendidikan 7
G.
Jenis Jenis Kelompok Masyarakat 9
H.
Teknik Peningkatan Partisipasi
Masyarakat 10
I.
Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah 11
BAB III PENUTUP
Kesimpulan 12
DAFTAR RUJUKAN 13
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Manajemen sangat penting dalam kehidupan
sehari-hari. Bukan hanya bagi individu maupun kelompok, namun manajemen
menentukan tercapainya suatu tujuan apalagi dalam sebuah organisasi atau
lembaga. Manajemen juga berperan penting dalam lembaga pendidikan. Dengan
adanya manajemen maka kegiatan sekolah akan terlaksana dengan baik. Bukan hanya
manajemen sekolah saja, tetapi dukungan dari
masyarakat juga menentukan keberhasilan terbangunnya suatu lembaga pendidikan.
Seperti halnya mendukung kegiatan dan pembangunan di sekolah. Dalam hal ini
masyarakat berperan sebagai pemberi donasi, pemberdaya, dan sebagai pengawas
lembaga pendidikan.
Masyarakat berperan
untuk sekolah, sekolah juga berperan balik untuk masyarakat, sebagai contoh
seorang anak didik setelah mendapat pendidikan dikeluarganya akan segera
berlanjut untuk mencari ilmu di sekolah. Dalam lingkungan yang
baru ini peserta didik diberi berbagai macam ilmu pengetahuan yang
berguna bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Setelahitu ia akan beranjak ke
lingkunganberikutnya, yaitu masyarakat, di sinilahia akan mengaplikasikan ilmu
yang telah didapatnya ketika melakukan pendidikan di
sekolah sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga perlu diketahui
bahwa sekolah berpengaruh sebagai ladang pendidikan
(formal) dalam mencetak generasi yang siap terjun ke tengahmasyarakat.
Oleh karena itu, diperlukan hubungan kerja sama yang
harmonis untuk membentuk satu kesatuan manajemen hubungan sekolah dengan
masyarakat yang baik. Hal ini dipertegas oleh pendapat Minarti (2012:281) yang
menyatakan bahwa secara etimologishubungan
sekolah dan masyarakat di terjemahkan dari kata Bahasa Inggris public school relation, yangberarti
sebagai hubungan timbal balik antara organisasi (sekolah) dengan masyarakat
atau lingkungan yang terkait.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian hubungan masyarakat?
2.
Apa pengertian manajemen hubungan sekolah dengan
masyarakat?
3.
Sebutkan hakikat dan ciri-ciri hubungan sekolah
dengan masyarakat!
4.
Sebutkan
tujuan dan fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat!
5.
Apa prinsip-prinsip peningkatan partisipasi
masyarakat?
6.
Bagaimana keterkaitan masyarakat dengan lembaga
pendidikan?
7.
Sebutkan jenis-jenis kelompok masyarakat!
8.
Apa teknik-teknik peningkatan partisipasi
masyarakat?
9.
Jelaskan bagaimana dewan pendidikan dan komite sekolah!
C.
Tujuan Pembahasan
1.
Mengetahui pengertian hubungan masyarakat.
2.
Mengetahui pengertian manajemen hubungan sekolah
dengan masyarakat.
3.
Mengetahui hakikat dan ciri-ciri hubungan sekolah
dengan masyarakat.
4.
Mengetahui tujuan dan fungsi hubungan sekolah dengan
masyarakat.
5.
Mengetahui prinsip-prinsip peningkatan partisipasi
masyarakat.
6.
Mengetahui keterkaitan masyarakat dengan lembaga
pendidikan.
7.
Mengetahui jenis-jenis kelompok masyarakat.
8.
Mengetahui teknik-teknik peningkatan partisipasi
masyarakat.
9.
Memahami bagaimana dewan pendidikan dan komite
sekolah.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Hubungan Masyarakat
International Public Relation Association menyatakan bahwa kerja humas adalah
fungsi manajemen yang khas yang mendukung pembinaan dan pemeliharaan jalur
bersama antara organisasi dan publiknya mengenai komunikasi,pengertian,
penerimaan, dan kerja sama, dengan melibatkan penerangan dan tanggapan dalam
hubungan dengan opini publik, menetapkan dan menekankan tanggung jawab
manajemen untuk melayani kepentingan umum, menopang manajemen dalam mengikuti
dan memanfaatkan perubahan secara efektif, bertindak sebagai sistem peringatan
yang dini dalam membantu kecenderungan,dan menggunakan penelitian serta teknik
komunikasi yang sehat dan etis sebagai
sarana utama (Nasution, 2010:11)
Sementara
itu menurut Bernays (1945) dalam menyebutkan bahwa humas mempunyai tiga pengertian
yaitu ;(1) memberikan penerangan kepada masyarakat; (2) membujuk masyarakat
untuk mengubah sikap dan tindakan; (3) mengusahakan untuk mengintegrasikan
sikap dan tindakan organisasi dengan masyarakat dan begitu pula sebaliknya.
(Suryosubroto,
2012)
Humas
merupakan fungsi pembantu pimpinan, berhubungan dengan itu unit humas atau
pejabat humas berada di bawah pimpinan organisasi. Apabila organisasi telah
dibentuk aktivitas humas maka unit pejabat itu yang bertanggung jawab atas
keberhasilan maupun kegagalan humas. Humas bukan hanya merupakan tanggung jawab
unit humas atau pimpinan saja tetapi merupakan tanggung jawab dari setiap
pimpinan dan anggota organisasi yang bersangkutan.
B.
Pengertian
Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Hubungan
sekolah dengan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dan
masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengertian anggota masyarakat tentang
kebutuhan pendidikan serta mendorong minat dan kerja sama para anggota
masyarakat dalam rangka memperbaiki sekolah.
Sementara itu Maisyaroh (2004:119) menyatakan bahwa manajemen
hubungan lembaga pendidikan dan masyarakat adalah proses mengelola komunikasi
lembaga pendidikan dengan masyarakat mulai dari kesiapan perencanaan sampai pada
pengendalian terhadap proses dan hasil kegiatan sekolah.
Minarti
(2012: 281)
berpendapat secara etimologis, hubungan sekolah dan masyarakat di terjemahkan
dari kata Bahasa Inggris yaitu public
school relation, yang berarti
sebagai hubungan timbal balik antara organisasi (sekolah) dengan masyarakat
atau lingkungan yang terkait. Menurut Minarti
hubungan antara sekolah dan masyarakat dapat digolongkan menjadi 3 jenis,
yaitu:
1.
Hubungan
edukatif ialah hubungan kerjasama dalam hal mendidik siswa, antara guru di
sekolah dan orang tua di dalam keluarga;
2.
Hubungan
kultural yaitu usaha kerjasama antara sekolah dan masyarakat yang memungkinkan
adanya hubungan saling membina dan mengembangkan kebudayaan masyarakat tempat
sekolah itu berada;
3.
Hubungan
institusional yaitu hubungan kerjasama antara sekolah dan lembaga-lembaga atau
instansi resmi lain, baik swasta maupun pemerintah, seperti hubungan kerjasama
antara sekolah satu dengan sekolah-sekolah lainnya, kepala pemerintah setempat,
ataupun perusahaan-perusahaan negara, yang berkaitan dengan perbaikan dan perkembangan
pendidikan pada umumnya.
C.
Hakikat
dan Ciri-Ciri Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Hubungan
sekolah dengan masyarakat diartikan sebagai “public relation” dalam Bahasa Inggris, yaitu hubungan timbal balik sekolah dengan warga
masyarakatnya. Hubungan sekolah dengan masyarakat pada hakikatnya merupakan
suatu sarana yang sangat berperan dalam membina dan mengembangkan
pertumbuhan pribadi peserta didik di sekolah.
Berikut
ini hakikat sekolah dan masyarakat menurut pandangan filosofis yaitu:
1.
Sekolah
adalah bagian integral dari masyarakat;
2.
Sekolah
adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk melayani anggota-anggota masyarakat
dalam bidang pendidikan; dan
3.
Kemajuan
sekolah dan masyarakat saling berkorelasi.
Ciri-ciri hubungan
masyarakat dengan sekolah merupakan yang
bersifat hubungan timbal balik yang menghasilkan manfaat bagi kedua belah pihak, hubungan bersifat sukarela berdasarkan prinsip bahwa sekolah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
masyarakat dan juga hubungan bersifat kontinyu / berkesinambungan antara
sekolah dengan masyarakat.
D.
Tujuan
dan Fungsi Humas dengan
Masyarakat
Tujuan hubungan sekolah dengan
masyarakat menurut Purwanto (1987) adalah:
1.
Mengenalkan
pentingnya sekolah bagi masyarakat;
2.
Mendapatkan
dukungan dan bantuan baik moril maupun financial yang diperlukan bagi
pengembangan sekolah;
3.
Memberikan
informasi kepada masyarakat tentang isi dan pelaksanaan program sekolah;
4.
Memperkaya
dan memperluas program sekolah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan
sekolah; dan
5.
Mengembangkan
kerja sama yang lebih erat antara masyarakat dan sekolah dalam mendidik
anak-anak.
Masyarakat memiliki sumber daya
manusia maupun sumber daya non manusia. Sekolah dari kedua sumber tersebut
dapat memilih dan mendayagunakan untuk program pendidikan sekolah. Jika sekolah
berhasil mendayagunakan secara optimal, maka hasil belajar siswa akan lebih
baik , sehinga potensi siswa akan tumbuh dan berkembang secara optimal, hal ini
berdampak pada output atau lulusan
sekolah secara langsung akan ikut serta dalam memajukan penghidupan dan
kehidupan masyarakat karena lulusan yang berkualitas merupakan magnet bagi
sekolah terhadap masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam program pendidikan sekolah.
Sementara itu tujuan
pengembangan hubungan sekolah dengan masyarakat ditinjau dari kepentingan
sekolah menurut Purwanto (1987) bertujuan untuk:
1. Memelihara kelangsungan hidup
sekolahan;
2. Meningkatkan mutu pendidikan di
sekolah yang bersangkutan;
3. Memperlancar proses belajar
mengajar; dan
4. Memperoleh dukungan dan bantuan
dari masyarakat yang diperlukan dalam pengembangan
dan pelaksanaan program sekolah.
Demikian jika ditinjau dari kebutuhan
masyarakat, tujuan pengembangan hubungan sekolah dengan masyarakat menurut
Purwanto (1987)
adalah untuk:
1.
Memajukan
dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat;
2.
Memperoleh
bantuan sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat;
3.
Menjamin
relevansi program sekolah dengan kebutuhan masyarakat; dan
4.
Memperoleh
kembali anggota-anggota masyarakat yang makin meningkat kemampuannya.
Sedangkan jika fungsi hubungan
sekolah dengan masyarakat menurut Purwanto (1987) adalah:
1.
Menunjang
aktivitas utama manajemen dalam mencapai tujuan bersama;
2.
Membina
hubungan yang harmonis antara sekolah dengan masyarakat yang merupakankhalayak
sasaran;
3.
Menciptakan
komunikasi dua arah timbal balik , danmengatur informasi, publikasi, serta
pesan dari sekolah, kepada masyarakat dan begitu pula sebaliknya, demi
tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak;
4.
Melayani
keinginan dan kebutuhan masyarakat dan memberikansumbang saran kepada pimpinan
sekolah demi pencapaian tujuan dan manfaat bersama; dan
5.
Mengidentifikasi
segala sesuatu yang berkaitan denganopini, persepsi, dan tanggapan masyarakat
terhadap sekolah, atau sebaliknya.
E.
Prinsip-Prinsip
Peningkatan Partisipasi Masyarakat
Mulyono (2010) mengemukakan
beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalam pelaksanaan
hubungan sekolah dengan masyarakat yaitu :
1.
Keterpaduan
(integrity), prinsip ini mengandung
makna bahwa semua kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat harus terpadu;
2.
Berkesinambungan
(continuity), prinsip ini berarti
bahwa pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyarakat harus dilakukan secara
terus menerus;
3.
Sederhana
(simplicity), prinsip ini menghendaki
agar di dalam proses hubungan sekolah dengan masyarakat, pihak pemberi
informasi (sekolah) menyajikan informasi sesederhana mungkin kepada masyarakat;
4.
Menyeluruh
(coverage), prinsip ini menghendaki
agar kegiatan pemberian informasi kepada masyarakat dilakukan secara menyeluruh
dan mencakup semua aspek. Prinsip ini juga menghendaki bahwa segala informasi
hendaknya lengkap, akurat, dan up to date;
5.
Konstruktif
(constructiveness), prinsip ini
menghendaki agar sekolah memberikan informasi yang dapat membentuk pendapat
umum masyarakat yang positif terhadap sekolah;
6.
Kesesuaian
(adaptability), prinsip ini
menghendaki adanya kesesuaian dalam proses penyampaian informasi antara
lingkungan masyarakat dengan sekolah; dan
7.
Relevansi,
prinsip ini menghendaki agar peran dan fungsi lembaga pendidikan ditentukan
sesuai dengan kondisi masyarakat yang menjadi latar belakang peserta didik.
Untuk mencapai tujuan hubungan
sekolah dengan masyarakat menurut Elsbree (1967) harus memperhatikan 9 prinsip sebagai pedoman dalam melaksanakan
program antara sekolah dan masyarakat yaitu :
1.
Sekolah
mengetahui apa yang diyakini;
2.
Sekolah
melaksanakan program pendidikan dengan baik dan bersahabat dengan masyarakat;
3.
Sekolah
mengetahui masyarakatnya;
4.
Sekolah
melakukan survei mengenai masyarakat di daerah tersebut;
5.
Sekolah
mempelajari masyarakat dan daerahnya melaui dokumen-dokumen;
6.
Keanggotaan
dalam masyarakat;
7.
Sekolah
mengadakan kunjungan ke rumah;
8.
Sekolah
melayani masyarakat di daerahnya; dan
9.
Sekolah
mendorong agar masyarakat bersedia untuk melayani sekolah.
F.
Keterkaitan
Masyarakat Dengan Lembaga Pendidikan
Indrafachrudi
(1989: 225) menyatakan bahwa hubungan antara sekolah dan masyarakat pada
hakikatnya adalah suatu sarana yang cukup mempunyai peranan yang menentukan
dalam rangka usaha mengadakan pembinaan pertumbuhan dan pengembangan
murid-murid di sekolah.
Demikian pendapat dari Elsbree (1967) menyatakan bahwa ada 3 faktor penyebab sekolah
harus menjalin hubungan dengan masyarakat, yaitu: (1) faktor perubahan sifat,
tujuan, dan metode mengajar di sekolah; (2) faktor masyarakat, yang menuntut
adanya perubahan-perubahan dalam pendidikan di sekolah dan perlunya bantuan
masyarakat terhadap sekolah; (3) faktor perkembangan ide demokrasi bagi
masyarakat terhadap pendidikan .
Sedangkan Maisyaroh (2004:119) mengemukakan
hubungan lembaga pendidikan dan masyarakat adalah suatu proses komunikasi
antara lembaga pendidikan dan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan
pemahaman masyarakat terhadap kebutuhan dan praktik pendidikan dan pada
karirnya bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga
pendidikan.
Hubungan
sekolah dengan lembaga lain bersifat saling memengaruhi dan timbal balik.
Misalnya :
1.
Hubungan
sekolah dengan pembayaran pajak yang bersifat pertanggung jawaban secara hukum
terutama sekolah milik pemerintah;
2.
Hubungan
sekolah dengan masyarakat dapat dalam jenis hubungan edukatif, kultural,
ataupun instruksional;
3.
Hubungan
sekolah dengan perusahaan terutama dalam bentuk penempatan praktik kerja siswa
dan penyerapan siswa setelah lulus sekolah;
4.
Hubungan
sekolah dengan anggota legislatif berkaitan dengan kebijaksanaan pendidikan
sekolah yang dikeluarkan eksekutif harus berdasarkan atas pertimbangan anggita
legislatif;
5.
Hubungan
sekolah dengan pengawasan pendidikan berkaitan dengan pelaksanaan supervisi
pengajaran dari pengawas kepada guru di sekolah;
6.
Hubungan
sekolah dengan asosiasi pendidikan, misalnya persatuan guru republik indonesia
(pgri), berkaitan dengan profesi tenaga pendidik dengan tenaga kependidikan; dan
7.
Hubungan
sekolah dengan perguruan tinggi terutama terkait dengan jenis hubungan
edukatif.
G.
Jenis
Jenis Kelompok Masyarakat
Jenis-jenis kelompok masyarakat menurut
Leslie (1988: 217-264) yaitu :
1.
Kelompok
Kewarganegaraan (Civic)
Merupakan
kelompok masyarakat yang memikirkankepentingan umum berkaitan dengan masalah
pendidikan masyarakat,kesejahteran social, atau menghadapi anak yang nakal (delinquency) yangbertujuan memperbaki
kondisi social masyarakat.
2.
Kelompok
Budaya (Cultural)
Merupakan
kelompok masyarakat yang bergerak dalambidang kebudayaan, misalnya seni music,
drama atau literasi.
3.
Kelompok
Ekonomi (Economics)
Merupakan
kelompok masyarakat yang bergerak dalambidang usaha untuk mendapatkan
keuntungan.
4.
Kelompok
Persahabatan (Fraternal)
Kelompok
yang bergerak untuk mengembangkan rasa persahabatan dan mengisi waktu luang
dengan kegiatan yang bersifat rekreatif bertujuan meningkatkan rasa persaudaraan di
antara parasiswa.
5.
Kelompok
Pemerintahan (Government);
Kelompok
yang bertugas melayanikepentingan masyarakat sebagai warga Negara.
6.
Kelompok
Patriotic (Patriotic)
Kelompok yang bergerak dalam bidang pembinaan
kewarganegaraan yang menekankan pada pengajaran tentang sistem pemerintahan,
undang – undang, hak dan kewajiban warga
negara, dan patriotisme (cinta tanah air).
7.
Kelompok
Political (Political)
Kelompok
yang bergerak dalam bidang politik.
8.
Kelompok
Ahli (Professional)
Kelompok
yang bergerak dalam bidang sesuai dengan profesi-profesi yang ada dalam
masyarakat.
9.
Kelompok
Kesejahteraan (Welfare)
Kelompok
yang fokus pada usaha mensejahterakan warga masyarakat secara luas.
10. Kelompok Kepemudaan (Youth)
Kelompok
yang bertujuan membina generasi muda agar menjadi warga yang sesuai dengan
pandangan hidup negara.
H.
Teknik
Peningkatan Partisipasi Masyarakat
Teknik peningkatan partisipasi
masyarakat dapat dikelompokan menjadi 4, yaitu:
1.
Teknik
pertemuan kelompok, dapat berupa diskusi, seminar, lokakarya, dan sarasehan.
2.
Teknik
tatap muka, pihak lembaga pendidikan dapat berkunjung kerumah siswa yang
menghadapi masalah atau mengunjungi pihak-pihak yang sekiranya dapat membantu.
3.
Observasi
dan partisipasi, dalam hal ini masyarakat mengunjungi, mengobservasi, dan
berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.
4.
Surat
– menyurat dengan berbagai pihak yang dapat dikaitkan dengan penyelenggaraan pendidikan.
(Indrafachrudi, 1994: 66)
Sementara
itu Layanan Riset Pendidikan dan Asosiasi Nasional Kepala Pendidikan Dasar di
Alexandria merumuskan berbagai teknik untuk meningkatkan partisipasi berbagai
pihak dalam menyelenggarakan pendidikan, yaitu:
1.
Layanan
masyarakat, dalam hal ini sekolah mempelajari kebutuhan masyarakat dan melihat
apa yan bisa di perbuat lembaga pendidikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat;
2.
Program
pemanfaatan alumni sekolah, para alumni sekolah dapat dilibatkan dalam kegiatan
sekolah, seperti menjadi pembicara dalam kegiatan seminar di sekolah;
3.
Masyarakat
sebagai model, masyarakat menjadi model siswa di sekolah terutama masyarakat
yang telah berhasil di kehidupannya;
4.
Open
house, lembaga pendidikan secara
terbuka bersedia di observasi oleh masyarakat, sehingga masyarakat dapat
melihat secara langsung proses pendidikan dan sarana pendidikan di sekolah;
5.
Pemberian
kesempatan kepada masyarakat, lembaga pendidikan memberikan kesempatan kepada
masyarakat secara sukarela untuk membantu kegiatan lembaga pendidikan;
6.
Pengiriman
pembicara, anggota staff lembaga pendidikan yang berminat di beri kesempatan
untuk mempromosikan program dan prestasi lembaga pendidikan kepada masyarakat;
7.
Masyarakat
sebagai sumber informasi, pihak lembaga pendidikan menanyakan kepada anggota
masyarakat tentang isu-isu yang hangat dan dibuat rekomendasi untuk
pengembangan lembaga pendidikan;
8.
Diskusi
panel, dalam hal ini siswa, orang tua, dan guru mengadakan pertemuan untuk
menindaklanjuti kegiatan hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat aga
semua usaha yang telah dilakukan dapat dirasakan manfaatnya (Maisyaroh, 2003:
127)
I.
Dewan
Pendidikan dan Komite Sekolah
Undang – undang Nomor
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 54 ayat 1
menyatakan peran serta masyarakat dalam
pendidikan meliputi peran serta perseorangan, kelompok, keluarga, organisasi
profesi, pengusaha, dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan
pengendalian mutu pelayanan pendidikan.
Masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber, pelaksana, dan pengguna hasil
pendidikan.Badan yang mewadahi peran serta masyarakat dalam pendidikan adalah Dewan Pendidikan dan Komite
Sekolah.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa hubungan masyarakat dan sekolah adalah
kegiatan pemberian informasi yang dilakukan oleh suatu organisasi sekolah untuk
memperoleh dukungan dan opini publik yang positif dari masyarakat,sehingga
tercipta hubungan yang harmonis antara suatu lembaga sekolah dan masyarakat.
Hubungan yang harmonis ini dapat meningkatkan kerja sama baik dan berguna untuk
mencapai tujuan bersama.
Manajemen
hubungan sekolah dan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga keharmonisan
dan kerja sama antar masyarakat dan sekolah untuk membentuk karakter peserta
didik yang lebih baik, meningkatkan mutu pendidikan. Dalam meningkatkan mutu
pendidikan memerlukan sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan
pemerintah
Selain
itu hubungan masyarakat dan sekolah sangat berguna untuk membantu menyelesaikan
masalah masalah yang muncul diantara masyarakat dan sekolah, jika melihat dari
fungsi dan tujuannya.
Daftar Rujukan
Imron,
A., Burhanudin dan Maisyaroh. 2003. Manajemen Pendidikan. Malang: Universitas
Negeri Malang
Abburahman, Mulyono. 2010. Pendidikan Anak Berkesulitan Belajar.
Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Elsbree, Willard. 1967. Elementary School Administration and
supervision. New York: American
Book Co.
Indrafachrudi, Soekarto dan
Soetopo, H.
1989. Administrasi Pendidikan, Malang:
IKIP Malang
Leslie, W. dan Terry, R George. 1988. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara
Minarti, S. 2012. Manajemen Sekolah: Mengelola Lembaga
Pendidikan Secara Mandiri.
Jogjakarta: AR-RUZZ media.
Maisyaroh. 2004. Buku Ajar: Hubungan Masyarakat. Malang:
Jurusan Administrasi Pendidikan UM.
Nasution,
Z. 2010. Manajemen Humas di Lembaga Pendidikan. Malang: UMM Press
Suryosubroto,
B. 2012. Hubungan Sekolah Dengan
Masyarakat . Jakarta: Rineka Cipta
Purwanto, M. 1987. Adminitrasi dan Supervisi Pendidikan.
Bandung:
Remaja Rosda Karya.
Undang- undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2008. Jakarta: Sinar Grafika

Komentar
Posting Komentar